SUMENEP, RadarMadura.id – Tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 terus berlangsung.
Rabu (31/7) malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menggelar peluncuran Kirab Maskot si Busok dan si Jalih.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Museum Keraton Sumenep. Sejumlah pejabat hadir dalam acara itu.
Termasuk, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan beberapa komisioner dari luar Kabupaten Sumenep.
Baca Juga: Berikut Nama-Nama 7 Pasangan Calon yang Dapat Rekomendasi dari PDI Perjuangan
Untuk diketahui, acara peluncuran Kirab Maskot Si Busok dan Si Jalih itu menelan anggaran APBD Sumenep cukup fantastis.
Berdasar rencana kebutuhan biaya (RKB), anggaran maskot dan jingle itu mencapai Rp 335.800.000.
Perinciannya, untuk pelaksanaan lomba pembuatan maskot dan jingle sebesar Rp 5,8 juta.
Kemudian, belanja bahan sebesar Rp 156.200.000.
Baca Juga: SDI Berikan Masyarakat Data Pertanahan yang Lebih Baik dan Akurat
Lalu, pelaksanaan lomba dan penyerahan hadiah Rp 93,8 juta.
Sementara, khusus untuk peluncuran maskot dan jingle dianggarkan Rp 79.900.000.
Sekretaris KPU Sumenep Dewiyani enggan merespons RadarMadura.id ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Akan tetapi, dalam sambutannya pada acara kirab, dia menyampaikan bahwa kirab dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi dalam budaya yang mencerminkan keberagaman dan kekayaan warisan nenek moyang.
Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Kembali Raih Penghargaan, Upayakan Pengelolaan Arsip Agar Semakin Baik
”Anggaran untuk pelaksanaan kirab bersumber dari anggaran hibah pemilihan bupati dan wakil bupati tahun anggaran 2024,” kata Dewi.
Sayangnya, dalam sambutannya dia tidak menyebutkan nominal anggaran yang dikeluarkan.
Tampak yang bersangkutan belum siap membeberkan ke publik.
Padahal, sudah jelas dalam RKB KPU Sumenep disebutkan, bahwa total anggaran untuk pembuatan dan peluncuran maskot-jingle sebesar Rp 335 juta. (di/daf)
Editor : Dafir.