SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep memiliki dua paket pengadaan buku.
Yakni, belanja modal buku umum dengan anggaran Rp 201.588.000 dan belanja buku budaya etnis Nusantara Rp 100.138.000.
Namun, hingga saat ini rencana pengadaan buku tersebut tidak kunjung direalisasikan.
Dispusip beralasan, lambatnya pengadaan itu lantaran ada perubahan judul buku yang akan dibeli.
”Pengadaan buku itu dilakukan untuk menambah koleksi bahan bacaan yang ada di perpustakaan daerah (perpusda),” kata Kepala Dispusip Sumenep Rudi Yuyianto.
Menurutnya, pengadaan buku tersebut akan direalisasikan pada triwulan keempat.
Sebab, pihaknya masih menunggu perubahan anggaran. Selain itu juga karena ada perubahan buku yang akan dibelanjakan dan disesuaikan dengan kebutuhan.
”Kami masih menunggu rekap judul buku yang akan dibeli,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, dispusip harus lebih maksimal dalam mengelola perpustakaan. Salah satunya dengan cepat merealisasikan pengadaan buku baru.
”Pengadaan buku harus segera direalisasikan. Sehingga, ketersediaan bahan bacaan di Sumenep semakin banyak. Harapannya, minat baca juga semakin meningkat,” tegasnya. (c1/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti