SUMENEP, RadarMadura.id – Peningkatan kapasitas kepala desa (Kades) tidak murah.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep sedang menghimpun uang miliaran rupiah untuk kegiatan itu.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menyebutkan, DPMD melibatkan ratusan kepala desa dalam kegiatan di luar kota.
Mereka akan dibawa ke Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan itu dibungkus dalam agenda studi banding peningkatan kapasitas Kades.
Organisasi perangkat daerah (OPD) itu menarik dana dari setiap Kades sebesar Rp 7,5 juta.
Penarikan uang Rp 7,5 juta setiap desa itu sedang dalam proses melibatkan asosiasi kepala desa (AKD) dan kecamatan.
Sebanyak 330 Kades akan berangkat dalam acara tersebut. Jika setiap desa ditarik Rp 7,5 juta, akan terkumpul uang sebanyak Rp 2.475.000.000.
Rencana kegiatan ke luar kota itu sudah matang. Sebab, Selasa (9/7) sudah dirapatkan DPMD bersama pengurus AKD dan camat.
Melalui camat sudah tersebar surat undangan ke desa untuk menggelar rapat koordinasi. Sebagian dilaksanakan 11 Juli dan sebagian pada tanggal lain.
Selanjutnya, DPMD yang akan mengoordinasi berkaitan teknis pelaksanaan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Bandung selama enam hari sejak tanggal 24 hingga 29 Juli.
Kades Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Zulfikar Ali Mustakim membenarkan berkenaan dengan kegiatan peningkatan kapasitas Kades tersebut. Namun, dia belum mengetahui anggaran yang dibutuhkan.
”Informasinya sekitar Rp 5 juta. Tapi, angka pastinya saya belum tahu karena ini masih dalam proses,” katanya.
Zulfikar mengaku, anggaran kegiatan tersebut diambil dari dana desa (DD). Sehingga, penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, kegiatan ini sudah menjadi amanat undang-undang.
”Memang mewajibkan dilakukan peningkatan kapasitas kepala desa. Jadi itu anggarannya melekat di desa. Untuk kegiatannya akan terlaksana bulan ini. Semua desa diwajibkan ikut,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Lobuk Moh. Saleh mengaku sudah mendapatkan informasi rencana kegiatan peningkatan kapasitas Kades.
Namun, Kades di Kecamatan Saronggi itu belum tahu berkenaan dengan teknis pelaksanaannya. Termasuk, anggaran yang dibebankan ke desa juga belum diketahuinya.
Camat Saronggi Kusyadi membenarkan berkenaan dengan rencana peningkatan kapasitas Kades.
Bahkan, para Kades di wilayah kerjanya itu sudah dikumpulkan di Kecamatan Saronggi. Yakni, melakukan rapat membahas teknis kegiatan yang diakomodasi DPMD itu.
”Kalau rapat para Kades di Saronggi sudah selesai dilaksanakan. Tapi, untuk teknisnya seperti apa, yang tahu DPMD,” ucapnya.
Kepala DPMD Sumenep Anwar Syahroni Yusuf juga membenarkan berkenaan dengan kegiatan tersebut.
Namun, dirinya belum bisa menjelaskan dengan terperinci berkenaan dengan kegiatan karena masih sibuk. ”Iya, rencananya ke Bandung dengan biaya Rp 7,5 juta,” katanya.
Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, peningkatan kapasitas Kades itu tentu sangat positif.
Namun, dia meminta output dari kegiatan itu harus jelas. Bukan sekadar kegiatan jalan-jalan tanpa memberikan dampak positif terhadap pelayanan masyarakat. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti