Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Laka Laut, Perahu Terbelah Dua Diduga Tertabrak KM Kelimutu, Tiga Nelayan Hilang di Perairan Utara Batang-Batang, Sumenep

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 27 Juni 2024 | 15:15 WIB
PERALATAN LENGKAP: Unit Siaga SAR Sumenep Basarnas Surabaya bersiap melakukan pencarian terhadap nelayan Banraas yang hilang akibat tertabrak kapal Rabu (26/6). (BASARNAS KALIANGET UNTUK JPRM)
PERALATAN LENGKAP: Unit Siaga SAR Sumenep Basarnas Surabaya bersiap melakukan pencarian terhadap nelayan Banraas yang hilang akibat tertabrak kapal Rabu (26/6). (BASARNAS KALIANGET UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Keluarga Sakban, Amsun, dan Saili terus berdoa dan berharap mereka ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketiga nelayan itu belum ditemukan setelah perahu yang mereka tumpangi terbelah dua.

Penyebabnya, saat mencari ikan di laut utara Batang-Batang, Sumenep, perahu mereka tertabrak kapal penumpang.

Perahu nelayan asal Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, itu terlibat laka laut Rabu (26/6).

Perahu yang membawa lima nelayan tersebut ditabrak kapal penumpang di perairan utara Batang-Batang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan Sakban, Amsun, dan Saili hilang. Sedangkan Mahri dan Madripak nelayan yang selamat.

Mereka berlima berangkat mencari ikan pada Selasa (25/6) malam sekitar pukul 22.00. Kemudian, pada Rabu (26/6) pukul 03.30 perahu mereka ditabrak kapal penumpang yang diduga KM Kelimutu.

Perahu kelima nelayan tersebut sampai hancur terbelah dua. Dua nelayan yang selamat itu langsung berenang ke arah perahu lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Sedangkan tiga nelayan lain hingga Rabu (26/6) pukul 15.00 belum diketemukan.

Edy, 35, warga Banraas mengatakan, masyarakat sudah ramai melakukan pencarian nelayan yang hilang tersebut ke tengah laut menggunakan perahu masing-masing.

”Mereka memang terbiasa mencari ikan ke tengah laut. Tapi, perahu mereka ditabrak kapal hingga perahunya terbelah dua,” katanya.

Peristiwa tersebut membuat masyarakat di desanya panik. Sebab, masih ada tiga nelayan yang belum ditemukan.

Kapal yang menabrak perahu mereka juga tidak diketahui. ”Kapal yang nabrak juga tidak diketahui ke mana. Karena saat itu kan posisinya masih gelap,” ucap Edy.

Sementara itu, Kepala Desa Banraas Mathor mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, kapal yang menabrak perahu warganya hingga tenggelam itu bernama Kelimutu. Yaitu, kapal penumpang dengan berukuran besar.

Mathor menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak lain. Dengan harapan, membantu pencarian terhadap tiga warganya yang masih belum ditemukan.

”Ada empat perahu nelayan yang juga ikut lakukan perncarian. Ini terus kami koordinasikan,” ucapnya.

Mahri dan Madripak selamat karena berhasil berenang ke perahu lain di sekitar lokasi. Mereka dalam kondisi sehat.

Bahkan, mereka juga ikut melakukan pencarian terhadap tiga rekannya yang hilang. ”Kondisi mereka berdua sehat, karena terselamatkan oleh perahu milik warga,” imbuh Mathor.

KM Kelimutu melayani rute pelayaran Surabaya–Sampit–Semarang–Kumai–Semarang–Karimunjawa (PP).

Kapal Pelni sepanjang 99 meter, tinggi haluan 9 meter, dan berbobot 1.400 ton ini memiliki kamar kelas.

Koordinator Unit Siaga SAR Sumenep Basarnas Surabaya Nanang Pujo Prasetiyo mengatakan, pihaknya mendengar informasi laka laut tersebut pada pagi hari.

Kemudian, langsung berkoordinasi dengan tim satgas gabungan untuk melakukan pencarian. ”Pencariannya kami libatkan Polairut, Basarnas, dan nelayan setempat,” katanya.

Nanang menyampaikan, ketiga nelayan yang hilang tersebut belum ditemukan. Pihaknya terus berupaya memperlebar area pencarian dari lokasi kejadian.

Salah satunya ke perairan sekitar Pantai Lombang. ”Selama pencarian tidak ada kendala yang ekstrem, hanya angin kencang saja. Cuaca juga lumayan cerah,” terangnya. (iqb/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#batang-batang #pencarian #laka laut #hilang #basarnas #km kelimutu #perahu #nelayan