SUMENEP, RadarMadura.id – Jemaah haji tengah fokus melaksanakan puncak ibadah. Mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga lontar jumrah. Baik jumratul ula, wustha, sampai aqabah.
Kasi Haji Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sumenep M. Rifa’i Hasyim mengatakan, sejak 9 sampai dengan 12 Zulhijah jemaah haji berada di Mina. Mereka sudah melaksanakan lontar jumrah.
Selanjutnya, jemaah akan dievakuasi menuju Makkah untuk mengambil nafar awal.
Namun, tidak diperbolehkan langsung berangkat memilih nafar jika jemaah sedang kecapekan. Sebab, hal itu dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kesehatan.
”Kebetulan, saya bersama dengan kelompok terbang (kloter) 96. Tapi, mayoritas jemaah dari Sumenep mengambil nafar awal. Kami sedang menunggu transportasi dari maktab,” tambahnya.
Rifa’i menjelaskan, semula jemaah haji Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam kloter 96 itu tidak semua akan mengambil nafar awal. Sebanyak 22 orang dari 344 jemaah yang akan mengambil nafar sani.
”Tapi, mereka menyanggupi. Tentu, kami akan melakukan pendampingan yang ketat agar kesehatan para jemaah tetap prima,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jemaah wajib melaksanakan niat terlebih dahulu sebelum nafar. Posisi pengambilan niat itu sudah diatur.
Lebih kurang 50 meter dari jumrah aqabah (di luar Mina dan termasuk daerah Makkah).
Ketika niat sudah dilaksanakan, jemaah bisa melaksanakan perjalanan menuju Makkah.
Namun, apabila tiba setelah matahari terbenam (atau setelah azan Magrib) amalan tersebut dinyatakan batal.
Karena itu, jemaah wajib kembali lagi ke Mina untuk melaksanakan lontar jumrah kembali pada 13 Zulhijah.
”Jadi kami harus tiba di Makkah itu sebelum Magrib. Kalau telat, mau tidak mau harus kembali ke Mina,” pungkasnya. (di/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti