Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perencanaan Proyek MCK di Sumenep Bermasalah, Apa Sebabnya?

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 7 Juni 2024 | 15:20 WIB
Ilustrasi pembangunan MCK. (transnusantara.co.id)
Ilustrasi pembangunan MCK. (transnusantara.co.id)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pelaksanaan proyek kamar mandi, cuci, dan kakus (MCK) molor. Sebab, perencanaan proyek senilai Rp 16,4 miliar itu sempat bermasalah.

Upah yang dicantumkan tidak sesuai dengan harga perkiraan sendiri (HPS).

Proyek kegiatan tersebut terdiri dari dua jenis penganggaran. Yakni, Rp 14 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 2,4 miliar sisanya berumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

Pembangunan MCK yang berasal dari DAK menyasar 16 lokasi. Satu lokasi berada di Pulau Talango dan sisanya di wilayah daratan.

Sedangkan pembangunan MCK yang bersumber dari APBD terdiri dari 28 paket pekerjaan. Perinciannya, 17 kegiatan berada di wilayah kepulauan dan 11 di daratan.

Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Dedi Falahuddin mengatakan, pembangunan MCK memang belum dilaksanakan.

Sebab, saat proses perencanaan terdapat kendala, sehingga prosesnya molor.

”Memang ada kendala di perencanaan, terkait upah terlalu murah. Jadi, perencanaannya diubah sedikit,” katanya.

Namun, dia mengeklaim review perencanaan tersebut saat ini sudah selesai. Termasuk pelatihan para pendamping di lapangan juga sudah dilaksanakan.

Dengan demikian, proyek tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat.

”Saat ini masih menyusun RKM (rencana kerja masyarakat). Yang DAK uangnya sudah turun ke daerah. Jadi tinggal penggarapannya saja. Mungkin akhir bulan ini,” janjinya.

Baca Juga: Dinkes P2KB Sumenep Komitmen Cegah Stunting

Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, perencanaan setiap kegiatan harus dimatangkan.

Maka dari itu, harus melibatkan konsultan perencana yang berkompeten. Tujuannya, supaya dalam pelaksanaannya tidak terjadi kesalahan.

”Seharusnya perencanaannya dimulai lebih awal. Agar pelaksanaannya tidak molor. Saya harap proyek MCK tersebut segera dikerjakan agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat,” katanya. (iqb/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#MCK #proyek #HPS #bermasalah #Pembangunan