SUMENEP, RadarMadura.id – Keluarga besar Halim berduka. Sebab, pria berusia 20 tahun, asal Desa Poteran, Kecamatan Raas, itu mati tenggelam di dermaga Pelabuhan Utama Raas, Desa Brakas, pada Rabu (17/4).
Informasinya, sebelum tenggelam, korban berupaya memindahkan perahu orang tuanya yang berada di tengah laut.
Peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 10.40. Saat itu, korban disuruh orang tuanya yang bernama Halik, 65, untuk memindahkan perahu Sumber Rezeki di tengah dermaga Pelabuhan Utama Raas. Tujuan dipindahkan ke tepi pantai agar lebih mudah dinaiki.
Pada saat itu, korban mengajak Maulana Ibrahim, 18, ikut memindahkan perahu tersebut. Sekitar pukul 11.00, korban dan Maulana Ibrahim tiba di dermaga pelabuhan Utama Raas korban. Keduanya lalu berenang menuju perahu yang berada di tengah laut.
Akan tetapi, saat hampir sampai ke perahu, korban mengajak Maula Ibrahim untuk kembali pinggir pelabuhan.
Sebab, saat itu cuaca kurang baik. Saat itu gulungan ombak terasa sangat kencang dan menyulitkan keduanya saat berenang.
Kekhawatiran mereka benar-benar terjadi. saat berenang ke tepi dermaga, Maulana Ibrahim melihat korban sudah tampak kesulitan berenang. Kemungkinan karena kelelahan melawan arus ombak.
Maulana Ibrahim lalu berusaha menolong korban dengan cara memegangnya sambil berenang menuju dermaga.
Upaya tersebut rupanya tidak berlangsung lama. Karena Maulana Ibrahim tidak kuat untuk menarik korban. Dengan demikian, tangan korban terlepas hingga akhirnya tenggelam di laut dan meninggal.
Camat Raas Subiyakto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, setelah kejadian, Maulana Ibrahim langsung menghubungi pihak keluarga korban. Sekitar pukul 11.45, orang tua korban datang ke lokasi kejadian.
”Kejadian tersebut diinformasikan oleh teman korban yang selamat,” katanya.
Baca Juga: Empat Pelabuhan Layani Arus Balik Gratis, DPRD Sumenep Minta Perhatikan Keselamatan Warga
Mantan Kabid Damkar Satpol PP Sumenep itu juga menyampaikan, kejadian tersebut sempat menyita perhatian warga setempat.
Buktinya, masyarakat berkumpul di dermaga untuk mencari jasad korban. ”Masyarakat berusaha mencari korban yang hilang di tengah laut itu,” ucapnya.
Subiyakto menambahkan, setelah melakukan upaya pencarian, sekitar pukul 13.50 korban berhasil ditemukan di tengah laut, tapi sudah tidak bernyawa.
”Saat ditemukan meninggal, saat itu juga langsung dibawa ke puskesmas, kemudian dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Ina Herdiyana