BATUAN, RadarMadura.id – Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep harus dikawal.
Sebab, proyek itu menggunakan anggaran Rp 100.193.160.707. Program fisik di Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Batuan, itu harus tuntas Agustus mendatang.
Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan gedung dewan yang baru Rabu (27/3). Dia melihat progres pembangunan yang dianggarkan Rp 100.193.160.707 itu.
”Saya ke sini ingin memastikan bahwa pembangunan gedung, yang sudah dilihat langsung oleh masyarakat, bisa selesai tepat waktu,” ungkap dia.
Hamid menjelaskan, gedung DPRD yang baru itu dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih. Salah satunya adalah sensor sehingga tidak sembarang orang bisa masuk ke gedung legislatif itu.
”Ya, hampir samalah dengan yang ada di gedung DPR RI. Jadi ada teknologi yang canggih di sana,” jelasnya.
Politikus asal Kecamatan Rubaru itu menambahkan, sistem kontrak yang disepakati itu multiyears. Namun, PT PP Urban harus memperhatikan deadline.
”Sesuai kontraknya, Agustus sudah harus tuntas. Karena September akan kami pakai untuk mendengarkan pidato presiden,” pintanya.
Dalam sidak itu tidak ada temuan. Namun, Hamid meminta rekanan lebih progresif lagi. ”Sementara ini tidak ada temuan,” ungkapnya.
Divisi Teknik PT PP Urban Ryan Adi Susilo menyanggupi permintaan itu. Deadline yang ditetapkan tinggal lima bulan lagi. Sementara capaian dan progres diperkirakan masih 45 persen.
”Tentunya kami akan bekerja maksimal. Untuk capaian sudah empat puluh lima dan menuju lima puluh persen,” kata Ryan.
Baca Juga: Festival Bazar Takjil Ramadan Sumenep Jadi Tempat Refreshing
Perusahaannya mempekerjakan lebih kurang 120 orang setiap hari. Pihaknya kemungkinan menambah pekerja. ”Akan kami upayakan sesuai instruksi pemerintah,” janjinya. (di/luq)
Editor : Ina Herdiyana