SUMENEP, RadarMadura.id – Setiap tahun institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) rutin mengadakan Operasi Ketupat.
Operasi Ketupat itu didukung sejumlah pihak. Mulai dari dinas perhubungan, satuan polisi pamong praja (satpol PP), TNI, dan institusi lainnya.
Khusus tahun ini belum diketahui pasti kapan digelar apel Operasi Ketupat di wilayah hukum Polres Sumenep.
”Kita baru melaksanakan rapat koordinasi satu kali. Data resminya menunggu informasi lebih lanjut,” kata Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas.
Widi menuturkan, jika merujuk pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2023, pos yang akan didirikan Polres Sumenep sekitar 17.
Belasan pos tersebut dibagi dalam tiga kategori. Yakni, dua pos pelayanan, dua pos terpadu, dan sisanya 13 pos pengamanan.
Widi menjabarkan, pos pelayanan tersebar di dua lokasi. Yakni, di sisi barat Taman Bunga dan di Kecamatan Pragaan.
Kemudian, pos terpadu dipusatkan di Terminal Arya Wiraraja dan Pelabuhan Kalianget.
Khusus pos pengamanan akan didirikan di sembilan lokasi. Perinciannya, di area Waterpark Sumekar (WPS), Bukit Tawaf Pagarbatu, Pantai E-Kasogi, dan Wisata Mangrove.
Kemudian Pantai Sembilan, Pantai Slopeng, Pantai Lombang, dan Gua Sukarno. Juga di kawasan pertokoan di Jalan Diponegoro dan Pelabuhan Dungkek.
Dia menjelaskan, jumlah personel pada 2023 diperkirakan 350 personel. Perinciannya, 180 personel Polri, 40 personel TNI, 14 personel dishub, dan 14 personel satpol PP.
Kemudian 28 personel dinkes, 14 personel senkom, 4 personel damkar, 4 KSOP, 4 personel kamla, 15 personel PMI, 4 personel Tagana, 13 personel Pramuka, dan 16 anggota Banser.
”Perihal jumlah personel tahun ini menunggu finalisasi saja. Yang jelas akan disesuaikan dengan kebutuhan,” tandasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia