SUMENEP, RadarMadura.id – Potensi terjadinya bencana di Sumenep cukup besar. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bakal membentuk tim reaksi cepat. Tujuannya, untuk mempercepat penanganan bencana.
Kabid Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumenep Edy Suprayitno mengatakan, tidak ada yang bisa memprediksi datangnya bencana. Karena itu, pihaknya harus menyiapkan personel dan armada.
Hal itu dilakukan agar ketika ada bencana, institusinya dapat segera mengambil langkah secara cepat.
”Di Sumenep ini, setiap daerah memiliki tingkat kerawanan masing-masing,” katanya.
Dia mengaku, tahun ini bukan hanya fokus pada pembinaan, melainkan memperkuat jajaran personel.
Salah satunya, dengan meningkatkan kemampuan dalam menanggulangi bencana. ”Tahun ini juga kita ada diklat water dan vertical rescue,” ucap Edy Suprayitno.
Edy Suprayitno menyatakan, diklat dilakukan untuk mendukung tim reaksi cepat binaan institusinya. Tujuannya, untuk mendukung penanganan kebencanaan khusus.
”Sedangkan untuk diklat water rescue lebih kepada penanganan bencana atau kejadian di laut maupun sungai,” ulasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, pembinaan terhadap SDM BPBD juga penting.
Sebab, mereka yang paling banyak berperan apabila terjadi bencana. ”Pengetahuan SDM juga harus terus ditingkatkan. Sehingga, penanganan di lapangan lebih cepat dan tepat,” tegasnya. (iqb/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti