SUMENEP, RadarMadura.id – Sudah sebulan lebih KMP DBS III milik PT Sumekar Line tidak berlayar.
Pemicunya, kontrak subsidi belum selesai. Akibatnya, hanya KMP Munggiyango Hulalo yang melayani penyeberangan hingga mengalami overload.
Kondisi itu dikeluhkan masyarakat kepulauan, terutama warga Kangean. Warga mendesak agar kapal badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut dioperasikan. Tujuannya, agar layanan transportasi kepulauan kembali normal.
Yudik, 35, warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, menuturkan, satu-satunya alat transportasi laut yang beroperasi saat ini hanya KMP Munggiyango Hulalo.
”Kapal tersebut tidak mampu mengoptimalkan pelayanan karena jumlah penumpang banyak,” katanya.
Dia berharap, KMP DBS III segera beroperasi. Sebab, selama ini KMP Munggiyango Hulalo selalu overload. Jika kondisi ini dibiarkan, akan berdampak pada aktivitas masyarakat.
”Saya mewakili masyarakat kepulauan meminta KMP DBS III segera dioperasikan. Dengan demikian, aktivitas penyeberangan menuju Kangean kembali normal,” pinta Yudik.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Sumekar Line Imam Mulyadi belum bisa memberikan keterangan. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan tidak merespons.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep Muhri berharap, pengelolaan KMP DBS III lebih baik.
Sebab, masyarakat kepulauan sangat bergantung pada kapal tersebut. ”Kalau nanti sudah beroperasi, kelola dengan baik,” ucapnya.
Muhri menuturkan, subsidi pelayarannya masih dibahas. Terutama berkaitan dengan teknis penyaluran hingga komitmen dari perusahaan untuk pengembangan ke depan.
”Kami khawatir penyertaan modal itu tidak memberikan dampak signifikan,” tandasnya. (iqb/yan)
Editor : Ina Herdiyana