SUMENEP, RadarMadura.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep kerap mengajukan pengadaan hidran.
Namun, pengadaan tempat suplai air tersebut tidak pernah disetujui karena dinilai kurang penting.
Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sumenep Subiyakto mengatakan, sampai sekarang, pihaknya belum memiliki sumber air dan terminal penghubung untuk bantuan darurat saat terjadi kebakaran.
Hal tersebut jelas menghambat pemadaman ketika terjadi kebakaran. ”Selama ini kalau terjadi kebakaran, kami minta suplai air ke pihak PDAM,” katanya.
Subiyakto sudah mengupayakan untuk memiliki hidran tersebut. Salah satunya, sering mengajukan pengadaan ke tim anggaran.
Namun, upaya itu masih bertepuk sebelah tangan. ”Tapi, belum disetujui,” ujarnya.
Subiyakto menuturkan, jika nanti disetujui, hidran tersebut diharapkan diletakkan d ilokasi yang tepat. Di antaranya, di kawasan Taman Bunga Pottre Koneng, GOR A. Yani, dan Gedung Korpri.
Selain hidran, sarana dan prasarana pendukung pemadam kebakaran lainnya juga terbatas. Misalnya, armada dan alat pelindung diri (APD) petugas pemadam.
”Sampai sekarang saja, kami masih memiliki sekitar 4 baju tahan api,” imbuhnya. (iqb/luq)
Editor : Ina Herdiyana