SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Kota Keris yang belum melakukan perekaman data e-KTP sekitar 85 ribu orang.
Agar jumlah warga yang melakukan perekaman terus meningkat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep melakukan layanan jemput bola.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Dispendukcapil Sumenep Wahasah mengatakan, layanan jemput bola itu dilakukan di rumah-rumah warga.
Termasuk, lembaga pendidikan. Sebab, jumlah pelajar dan santri yang memenuhi syarat untuk memiliki e-KTP cukup banyak.
”Karena itu, layanan jemput bola harus dimaksimalkan,” katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah mengantongi kawasan yang tingkat kepemilikan dokumen kependudukannya masih rendah.
”Salah satu sasaran adalah desa di Kecamatan Pasongsongan, Guluk-Guluk, Gili Genting, dan Talango,” ulas Wahasah.
Dijelaskan, ada beberapa kendala yang dihadapi petugas saat melakukan layanan jemput bola.
Salah satunya, jaringan internet yang lemah. Hal itu tentu saja mengganggu proses perekaman e-KTP.
”Kualitas jaringan internet di beberapa daerah memang buruk,” imbuh Wahasah.
Sekretaris Komisi I Suroyo menyarankan dinas terkait melakukan pemetaan wilayah yang penduduknya minim memiliki e-KTP.
Jika sudah mengantongi data, pelaksanaan layanan jemput bola diyakini bisa lebih maksimal.
”Jangan asal datang ke rumah warga. Tapi, harus memiliki data kepemilikan e-KTP di masing-masing kecamatan,” tandasnya. (iqb/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti