SUMENEP, RadarMadura.id – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menambah organisasi perangkat daerah (OPD) baru.
Di antaranya, badan riset dan inovasi daerah (brida). Namun, sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana sangat terbatas.
Plt Kepala Brida Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi mengatakan, ada banyak hal yang perlu dimatangkan sebagai OPD baru.
Terutama, ketersediaan kantor serta sarpras yang dibutuhkan. Sebab, saat ini brida masih numpang di kantor Bappeda Sumenep.
Selain itu, pihaknya membutuhkan tambahan SDM. Di antaranya, tenaga fungsional perencana tingkat madya dan peneliti.
Meski banyak kekurangan, Wahyu berupaya mematangkan manajemen internal agar realisasi program berjalan dengan baik.
”Jadi, untuk sementara masih fokus pematangan di internal,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, sebelum dibentuk OPD baru, kinerja brida berada di badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda).
Menurutnya, bappeda sudah banyak menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kota Keris.
”Program kerja sama itu terus dilanjutkan. Sambil lalu melakukan pematangan internal kelembagaan,” jelasnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep Wiwid Harjo Yudanto mengutarakan, pematangan kelembagaan brida harus dilakukan dengan serius.
Dia meminta agar SDM yang ditugaskan di brida memilih orang-orang yang berkompeten. Sebab, brida memiliki peran yang sangat vital dalam upaya pembangunan Sumenep ke depan.
Dia menilai, Kabupaten Sumenep memiliki potensi yang bagus. Semua itu harus dikaji dengan baik.
Dengan begitu, program pembangunan ke depan lebih terarah untuk pengembangan potensi Kota Keris.
”Makanya, SDM di dalamnya harus orang-orang yang berkompeten. Cuma, programnya memang belum tercantum dalam rencana kegiatan tahun ini, sehingga harus menunggu pembahasan lebih lanjut,” tukasnya. (bus/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti