SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep sudah melaksanakan pekan imunisasi nasional (PIN) polio. Namun, sasarannya tidak mencapai target.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, total sasaran PIN polio sebanyak 106.815 anak. Sedangkan realisasinya 106.432 anak.
Dari jumlah tersebut, tersisa 383 anak yang belum divaksin polio. ”Ada sebagian puskesmas yang belum mencapai target. Tetapi, secara akumulatif, capaian PIN polio di Sumenep sudah 99,6 persen,” sebutnya.
Menurut Syamsuri, jika merujuk pada ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), target PIN polio hanya 95 persen dari total sasaran. "Dengan demikian, secara akumulatif, capaian vaksinasi di Sumenep sudah melebihi target," tuturnya.
Berdasar data yang dihimpun Dinkes P2KB Sumenep, terdapat 15 puskesmas yang realisasinya masih di bawah 100 persen. Yakni, Puskesmas Gili Genting, Talango, Kalianget, Pandian, Pamolokan, Ganding, Rubaru, dan Dasuk. Kemudian, Puskesmas Gapura, Batang-Batang, Dungkek, Nonggunong, Arjasa, Kangayan, dan Masalembu.
Syamsuri menyatakan, ada beberapa kendala yang dijumpai petugas di lapangan hingga membuat target sasaran tidak tercapai. Salah satunya, anak yang akan divaksin tidak ada di Sumenep.
”Sebab, dibawa orang tuanya merantau ke luar kota,” terangnya.
Selain itu, ada sebagian anak yang sakit. ”Untuk anak yang berada di luar kota dapat divaksinasi di daerah yang ditempati saat ini,” jelas Syamsuri.
Dalam pelaksanaan PIN polio, sasarannya bukan sekadar anak usia 0–1 tahun. Tetapi, mulai dari 0 sampai usia delapan tahun kurang satu hari.
”Saat ini kami mulai mempersiapkan diri untuk mengadakan PIN polio putaran kedua pada Februari nanti,” tandasnya. (bus/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana