SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep berhasil menghimpun zakat dan infak sebesar Rp 3.006.393.312,27. Capaian tersebut terhitung selama 2023.
Ketua Baznas Sumenep Sukri mengatakan, semua dana zakat dan infak tersebut direalisasikan dalam berbagai macam program kemanusiaan. Selama 2023, dari dana yang dihimpun, mampu terdistribusi Rp 2.788.167.170.
Dengan demikian, saldo akhir yang belum terealisasi sebesar Rp 218.226.142,27. Capaian penghimpunan selama 2023 sudah melampaui capaian 2022.
Dia menyebutkan, penghimpunan zakat dan infak selama 2022 sebesar Rp 1,4 miliar. Sedangkan capaian 2023 melampaui dua kali lipat dari perolehan Rp 3 miliar. ”Tahun 2024 akan lebih dimaksimalkan. Targetnya Rp 4,5 miliar,” sebutnya.
Menurut dia, dana infak dan zakat tersebut bersumber dari berbagai unsur. Paling besar dari potongan gaji aparatur sipil negara (ASN). Juga dari badan usaha milik daerah (BUMD), guru sertifikasi, dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
”Kalau dari masyarakat umum juga ada, tetapi tidak banyak. Biasanya, penyumbang tidak mencantumkan nama,” ungkapnya.
Sukri menyampaikan, dana infak dan zakat yang masuk Baznas Sumenep hampir 100 persen bersumber dari ASN. Sisanya dari badan usaha dan masyarakat umum. Selama ini, masih minim masyarakat yang mengetahui program Baznas.
”Makanya, masyarakat yang membayar zakat dan infak ke Baznas masih sedikit. Tahun ini sosialisasi mengenai program Baznas akan dimaksimalkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Semua program yang dilaksanakan Baznas tidak lain adalah untuk mengumpulkan zakat dan infak dari berbagai unsur. Dana tersebut juga didistribusikan untuk kegiatan kemanusiaan.
”Sasaran kegiatan bantuan yang kami lakukan adalah masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Menurut dia, semangat masyarakat untuk membayar zakat dan berinfak penting untuk diberikan dorongan agar lebih maksimal. ”Supaya masyarakat paham terhadap program Baznas dan mau membayar zakat serta infak,” terangnya.
Sukri berkomitmen, Baznas Sumenep akan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Hal itu akan dimaksimalkan melalui berbagai program kemanusiaan. Paling utama yaitu melalui bantuan beasiswa untuk siswa dan mahasiswa.
”Melalui beasiswa pendidikan, bisa mendorong peningkatan SDM. Dengan begitu, bisa memberikan dampak positif dalam pengentasan kemiskinan,” ucapnya.
Selain itu, Baznas Sumenep mencanangkan optimalisasi program bantuan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). ”Melalui program tersebut, pendapatan ekonomi masyarakat bisa lebih mandiri,” pungkasnya. (bus/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana