SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep terus mengoptimalkan program perbaikan dan pembangunan sekolah.
Demi tercapainya program tersebut, Dispendik Sumenep mengalokasi anggaran sebesar Rp 64 miliar tahun ini.
Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra menyatakan, program rehab dan pembangunan sekolah tahun ini cukup banyak.
Anggaran untuk rehab dan pembangunan gedung sekolah dasar (SD) Rp 46 miliar.
Kemudian, anggaran untuk sekolah menengah pertama (SMP) Rp 16 miliar dan Rp 2 miliar untuk taman kanak-kanak (TK).
”Tahun ini akan merehab atau membangun 47 SD, 15 SMP, dan 7 TK,” ungkapnya.
Sumber anggaran program 80 persen dari dana alokasi khusus (DAK) dan 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Sekolah yang menjadi sasaran program tersebar di wilayah kepulauan dan daratan. Khusus kepulauan 12 SD, 2 SMP, dan 4 TK. Sisanya di wilayah daratan.
”Prioritas utama rehab ruang kelas karena banyak ruang kelas yang membutuhkan percepatan perbaikan,” jelasnya.
Agus menyampaikan, jumlah sekolah yang diajukan perbaikan tahun ini meningkat. Hal itu berdasar data pengajuan dari kepala sekolah. Juga disesuaikan dengan porsi anggaran.
”Tahun ini memang mengupayakan optimalisasi sarana dan prasarana. Terutama, berupa ruang kelas dan toilet,” katanya.
Baca Juga: Perubahan SOTK di Lingkungan Pemkab Sumenep Perlambat Gaji ASN
Perbaikan ruang kelas tahun ini mencapai 80 persen dari total program. Sedangkan program yang dilaksanakan 2023 perbaikan kelas hanya 10 persen dari total program.
”Itu sudah sesuai petunjuk bupati. Jadi, memang diminta memprioritaskan perbaikan ruang kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran semakin nyaman,” terang Agus. (bus/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia