Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengelolaan Sampah Belum Optimal, DLH Sumenep Kekurangan Kontainer

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 10 Januari 2024 | 21:54 WIB
PEMBUANGAN SEMENTARA: Kontainer sampah milik DLH Sumenep yang berada di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Selasa (9/1). (MOH. IQBAL/JPRM)
PEMBUANGAN SEMENTARA: Kontainer sampah milik DLH Sumenep yang berada di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Selasa (9/1). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pengelolaan sampah di Sumenep belum optimal. Indikasinya, masih dijumpai sampah berserakan di jalan. Hal itu terjadi karena jumlah kontainer sampah yang dimiliki dinas lingkungan hidup (DLH) terbatas. Penambahan armada tidak bisa dilakukan karena anggaran DLH minim.

Berdasar data yang dihimpun koran ini, kontainer sampah yang dimiliki DLH Sumenep sebanyak 17 unit. Enam di antaranya tersebar di Kecamatan Manding, Gapura, Batuan, Kalianget, Lenteng, dan Saronggi. Sedangkan sisanya tersebar di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Catur Wendra Setiady mengakui jika jumlah kontainer sampah terbatas. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah. ”Kontainer sampah memang tidak tersedia di semua kecamatan,” katanya.

Menurut Catur Wendra Setiady, idealnya setiap kecamatan memiliki kontainer sampah. Dengan demikian, proses penjemputan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) lebih mudah. ”Kekurangan kontainer ini tentu saja menyulitkan petugas saat hendak mengangkut sampah,” ulasnya.

Dijelaskan, keinginan untuk menyediakan kontainer di masing-masing kecamatan sulit terwujud. Sebab, anggaran yang dibutuhkan untuk membeli kontainer sampah sangat mahal. ”Dana yang dibutuhkan untuk belanja kontainer sampah sangat besar. Kalau tidak keliru, harga satu unit kontainer sampah Rp 40 juta,” ucap Catur Wendra Setiady.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep Muhri menyarankan agar DLH memprioritaskan program penambahan kontainer. Sehingga, pengelolaan sampah bisa lebih maksimal. ”Kalau tidak ada kontainer, sampah akan menumpuk dan bertebaran di mana-mana,” katanya.

Dia berharap pengelolaan sampah tahun ini bisa lebih ditingkatkan. Sebab, jika pengelolaan sampah tidak optimal, memengaruhi citra Sumenep. ”Bagaimanapun kondisinya, saya kira pengelolaan sampah harus tetap dioptimalkan,” tandas Muhri. (iqb/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pengelolaan sampah #satu unit kontainer #kontainer sampah #tpa #tidak optimal #komisi iii #DLH Sumenep