SUMENEP, RadarMadura.id – Optimalisasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo berlangsung maksimal. Salah satunya dapat dilihat dari peningkatan indeks kesalehan sosial (IKS) selama 2023.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep melakukan penyusunan data IKS Sumenep. Hal tersebut bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Selama tiga tahun terakhir, data IKS di Kota Keris terus mengalami peningkatan.
Tahun 2021, angka IKS Sumenep mencapai 80,46 persen. Sedangkan pada 2022 mencapai 82,30 persen. Tahun sekarang, data tersebut kembali mengalami peningkatan menjadi 83,36 persen.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, angka IKS merupakan hasil capaian pembangunan sosial dari tiga aspek. Meliputi solidaritas, gotong royong, dan stabilitas sosial. Sedangkan dari tiga aspek tersebut sama-sama memiliki hasil nilai yang baik selama tahun ini.
”Ini membuktikan bahwa hubungan sosial kemasyarakatan warga Sumenep sangat harmonis,” ungkapnya.
Nilai stabilitas sosial di Sumenep selama 2023 mencapai 84,71 persen. Kemudian, untuk nilai solidaritas yaitu mencapai 78,01 persen. Sedangkan, nilai sikap gotong royong warga Sumenep mencapai angka 87,35 persen. ”Capaian ini harus dijaga dengan baik, bahkan ditingkatkan. Supaya, hubungan sosial kemasyarakatan bisa terjalin harmonis,” katanya.
Berbagai program yang dilaksanakan Pemkab Sumenep secara umum mengarah pada pemberdayaan sosial. Karena dapat terlaksana dengan baik dan maksimal, maka hal tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan IKS.
Bukan sekadar memaksimalkan program pemberdayaan sosial, program pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap anak juga menjadi prioritas. Termasuk program pemberdayaan kaum rentan yang lain.
Pemkab Sumenep juga berupaya maksimal meningkatkan ketenteraman sosial. Upaya tersebut dioptimalkan melalui langkah penanganan terhadap berbagai konflik serta meningkatkan kepedulian pada kegiatan keagamaan. ”Pemerintah selalu memberikan atensi prioritas terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Karena, tugas pemerintah memang melayani,” katanya.
Pengamat sosial politik IAIN Madura Mohamad Ali Alhumaidi mengatakan, keberhasilan Pemkab Sumenep dalam meningkatkan IKS, berkaitan erat dengan political will pemerintah. Sehingga, berbagai masalah selalu diberikan perhatian serius untuk diselesaikan.
Salah contoh persoalan yang ditangani dengan tanggap oleh Pemkab Sumenep mengenai kesejahteraan guru ngaji. Selain itu juga memberikan kepedulian terhadap lembaga keagamaan, kaum marginal, serta anak dan perempuan.
”Program yang dilaksanakan Pemkab Sumenep selama ini harus semakin ditingkatkan supaya bisa mengatasi problematika masyarakat yang dinamis,” ujarnya. (bus/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti