SUMENEP, RadarMadura.id – Proyek pemeliharaan embung Desa Montorna senilai Rp 465 juta berlangsung sejak Selasa (2/11). Progres pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh CV Putra Gilang tersebut baru mencapai 27 persen. Semestinya sudah berada di kisaran 45–50 persen.
Direktur CV Gilang Putra Maktum mengaku belum mengetahui pasti progres pengerjaan di lokasi. Dia meminta wartawan menghubungi penanggung jawab dan konsultan pengawas di lokasi.
Maktum menyampaikan, sesuai Surat perintah kerja (SPK) pekerjaan proyek pemeliharaan Embung Montorna yang dimenangkan olehnya berlangsung sejak awal November sampai Akhir Desember. ”Mengenai berapa persen progres dan seperti apa di lokasi, bisa langsung ke konsultan pengawas saja,” pintanya.
Konsultan pengawas Yudhi mengaku sampai saat ini progres pelaksanaan Embung Montorna baru berjalan 27 persen. Seharusnya, kata dia, hingga akhir November, pengerjaan sudah berjalan 45–50 persen.
Dalam sepekan ini, terjadi hujan cukup deras di lokasi proyek. Akibatnya, menghambat pelaksanaan urukan dan fondasi. Beruntung sekarang sudah pengerjaan sudah bisa dilanjutkan dan mulai dilakukan pengecoran.
Karena khawatir molor, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi dengan menambah pekerja. Saat ini pekerja di lokasi sekitar 15–20 orang per hari.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Hendri Hartono membenarkan progres pelaksanaan Embung Montorna baru berjalan 27 persen. Berdasar informasi konsultan pengawas di lapangan, saat ini pengerjaan terus digenjot agar selesai tepat waktu. ”Insyaallah selesai sebelum tutup tahun,” ucapnya. (via/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana