Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Qari Berprestasi dari Pulau Sapudi, Sumenep, Ustad Abdul Jalil Sejak Kecil Suka Nyanyi di Lingkungan Tilawah

Berta SL Danafia • Sabtu, 11 November 2023 | 18:23 WIB
MEMBANGGAKAN: Ustad Abdul Jalil foto bersama Kabag Kesmas Setkab Sumenep, Gubernur Jatim, dan Wabup Sumenep setelah menerima penghargaan MTQ XXX Jatim di Kota Pasuruan, Minggu (8/10). (JALIL FOR JPRM)
MEMBANGGAKAN: Ustad Abdul Jalil foto bersama Kabag Kesmas Setkab Sumenep, Gubernur Jatim, dan Wabup Sumenep setelah menerima penghargaan MTQ XXX Jatim di Kota Pasuruan, Minggu (8/10). (JALIL FOR JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Setiap orang memiliki keahlian masing-masing. Namun, belum tentu mereka bisa memanfaatkan dengan baik. Abdul Jalil termasuk yang bisa mengelola dan mengembangkan keahlian itu.

Laki-laki kelahiran 16 Februari 1985 itu menyukai seni tarik suara sejak kecil. Lagu-lagu khas daerah Sumenep, dangdut, dan lainnya sering didengarkan dan dinyanyikan. Kebiasaan seperti itu hampir dilakukan setiap hari.

Suami Masriah Soleh itu tidak menyangka jika kesenangannya mengantarkan dirinya menjadi sosok yang diperhitungkan. Terutama dalam hal membaca Al-Qur’an.

Namun, hal tersebut tidak langsung terbentuk dengan instan. Butuh proses dan konsistensi.

Saat nyantri di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni sekitar 2001, bertemu dengan Ustad Sabrianto. Dia yang membimbing Abdul Jalil belajar membaca Al-Qur’an dengan baik mulai dari nol.

”Saya mengenal qari sejak mondok. Yang membimbing saya dari nol Ustad Sabrianto,” ungkap peraih juara pertama MTQ XXX Jatim 2023 di Pasuruan itu.

KOMPAK: Ustad Abdul Jalil peraih juara 1 tilawah MTQ XXX Jatim berfoto bersama dengan para pemenang lainnya usai acara di Kota Pasuruan pada Sabtu (7/10) malam. (ABDUL JALIL UNTUK JPRM)
KOMPAK: Ustad Abdul Jalil peraih juara 1 tilawah MTQ XXX Jatim berfoto bersama dengan para pemenang lainnya usai acara di Kota Pasuruan pada Sabtu (7/10) malam. (ABDUL JALIL UNTUK JPRM)

Selain itu, Jalil sering mendengarkan rekaman qari Ustad Mudai. Saat itu Jalil sering membeli kaset rekaman suara peraih juara MTQ tingkat internasional itu.

”Saya sering mendengar rekaman suara Ustad Mudai melalui kaset. Sampai saya hafal suara qari itu karena mendengarkan setiap hari,” tutur pria kelahiran pulau yang terkenal dengan sapinya, Sapudi, Sumenep, itu.

Kemudian, pada 2000 ayah Muhammad Ilzam Husni Mubarok dan Rofiatul Munah itu tidak menyangka bisa bertemu dengan sosok yang suaranya sering didengarkan melalui kaset pita. Saat itu, dirinya sedang mengikuti lomba yang diajak oleh pengurus NU Sumenep.

Kebetulan di tempat lomba itu, Ustad Mudai juga hadir. ”Saat itu kebetulan ketemu, saya dipuji ketika tampil. Saat itu saya sangat senang karena bisa bertemu dengan beliau,” kenang Jalil.

Karena itu, sampai sekarang Jalil memakai kerangka lagu Ustad Mudai di setiap bacaan qarinya. Hanya terkadang ditambah variasi-variasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Kemudian yang menjadi pedoman dalam mengubah vokal qori yakni almarhum Ustad Fuad asal Surabaya. Berkat perannya, suara kecil dan halus yang dimilikinya menjadi lebih bergelegar.

SANTRI: Juara 1 MTQ XXX Jatim 2023 Abdul Jalil berpose di Masjid Al-Aqsho, kompleks Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate, Pandian, Sumenep. (MOH. IQBAL/JPRM)
SANTRI: Juara 1 MTQ XXX Jatim 2023 Abdul Jalil berpose di Masjid Al-Aqsho, kompleks Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate, Pandian, Sumenep. (MOH. IQBAL/JPRM)

”Ada lagi Ustad Syafaat Talango yang aktif memotivasi saya. Hingga akhirnya saya dapat juara satu kemarin,” jelas pria asli Dusun Balowar, Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Sumenep, itu.

Baginya, menjadi juara itu tidak mudah. Butuh konsentrasi dan konsisten dalam belajar. Jalil mengaku sering kali gagal mendapatkan juara satu meskipun sudah berkali-kali masuk final. Sebab, kerap tidak konsentrasi sehingga salah dalam membacakan ayat saat di final.

”Saya sudah banyak mengikuti lomba. Hanya, baru tahun ini yang dapat juara satu,” imbuh Jalil.

Sosok yang paling berpengaruh hingga mengantarkan dirinya suka akan bacaan qari adalah kedua orang tuanya. Yakni, Musahnal dan Suhrani.

Mereka selalu menjadi penyemangat untuk terus belajar memperbaiki setiap Al-Qur’an yang dibacakan.

”Saya belajar bacaan qari ini kali pertama karena ingin membanggakan kedua orang tua. Sebab, di lingkungan tempat saya lahir di Sapudi itu masyarakatnya senang membaca tilawah,” tandasnya. (iqb/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#AL- QUR'AN #juara #sumenep #Abdul Jalil #qari #madura #membaca