SUMENEP, RadarMadura.id – Kasus dugaan asusila yang menimpa SH (inisial), 8, warga Pulau Kangean yang ditengarai melibatkan ayahnya yaitu S sampai Selasa (7/11) belum terungkap. Sejak menghilang pada Minggu (29/10), S masih diburu aparat kepolisian dan pemerintah desa (pemdes) setempat.
”Sudah lebih satu pekan, tapi belum ada tanda-tanda yang mengarah ke lokasi persembunyian bapaknya. Aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat Pulau Kangean telah berusaha membantu proses pencarian,” kata kepala desa di Pulau Kangean berinisial SR.
Menurut SR, orang tua SH diduga terlibat karena mendadak menghilang setelah diminta keterangan oleh aparat kepolisian setempat. ”Kami sudah turun ke titik-titik yang menjadi tempat penambatan perahu. Salah satunya di Pelabuhan Batu Guluk. Kami juga menyebar foto S hingga merambah sebagian kawasan di Bali dan Banyuwangi,” ulasnya.
Dijelaskan, SH sampai saat ini masih trauma. Murid kelas II sekolah dasar (SD) tersebut masih memerlukan pendampingan agar trauma yang dialami lekas pulih. ”Kasus ini terungkap saat SH mengalami pendarahan pada Jumat (27/10) malam. Keesokan harinya (28/10), SH dibawa ke RSUD Abuya Arjasa Kangean. Sejak Minggu (29/10), S menghilang hingga sekarang,” tuturnya.
Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menegaskan, terduga pelaku kasus dugaan asusila tersebut sedang diburu polisi. Kasus itu dikecam masyarakat dan menjadi salah satu atensi jajarannya. ”Korban saat ini dalam perlindungan aparat kepolisian dan dinas sosial,” tandasnya. (via/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta