Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tak Kunjung Dapat Uluran Bantuan Pemerintah, Warga Pakamban Laok, Sumenep, Urunan Perbaiki Jembatan

Fatmasari Margaretta • Rabu, 8 November 2023 | 22:51 WIB

SWADAYA: Warga Dusun Galis dan warga Dusun Karang Dalem, Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, bergotong royong memperbaiki jembatan Selasa (7/11).
SWADAYA: Warga Dusun Galis dan warga Dusun Karang Dalem, Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, bergotong royong memperbaiki jembatan Selasa (7/11).

SUMENEP, RadarMadura.id – Karena tidak kunjung diperbaiki pemerintah, warga Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, urunan memperbaiki jembatan rusak yang ada di desanya. Apalagi, luapan air bah pada 2022 lalu memperparah kerusakan jembatan tersebut. Warga memperbaiki jembatan rusak dibantu anggota TNI.

”Karena sisa anggaran tinggal Rp 55 juta, akhirnya warga sumbangan secara sukarela. Itu hasil musyawarah warga, tokoh masyarakat, BPD, dan pemerintah desa. Perbaikan jembatan dilakukan secara gotong royong,” kata Penjabat (Pj) Kades Pakamban Laok Hakam bin Asari.

Menurut Hakam, warga sebenarnya memiliki niat memperbaiki jembatan tersebut sejak 2008 silam. Namun, belum terealisasi saat itu karena dianggap belum mendesak. Tapi karena pada 2022 silam dihantam luapan air bah, kerusakan kian parah.

”Perbaikan kali pertama sekitar Juni 2023 lalu. Modalnya Rp 55 juta dan dialokasikan untuk membangun fondasi. Perbaikan tahap kedua pada Jumat (3/11) lalu,” tuturnya.

Dia bersyukur karena warga Desa Pakamban Laok sangat guyub. Bahkan, ada warga yang rela menghibahkan sebagian tanahnya agar pembangunan jembatan lancar. ”Jika merujuk pada (rencana anggaran biaya RAB), perbaikan jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp 250 juta,” ulas Hakam.

Hakam mengungkapkan, saat perbaikan jembatan tahap pertama, terdapat 50 warga yang bergotong royong melakukan pengecoran. ”Nantinya, jembatan tersebut memiliki panjang 2 meter dan lebar 7 meter. Sisi barat masuk wilayah Dusun Galis dan sisi timur Dusun Karang Dalem,” tuturnya.

Dijelaskan, selain menghubungkan Dusun Galis dan Dusun Karang Dalam, jembatan tersebut juga berbatasan dengan Desa Jaddung. ”Selain mempermudah warga menjual hasil pertaniannya, juga memperlancar aktivitas warga di sektor lainnya. Utamanya, kegiatan keagamaan,” terangnya.

Hakam berharap kekompakan warga membantu mempercepat penyelesaian perbaikan jembatan. ”Sekarang sebenarnya sudah bisa dilalui pejalan kaki. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama selesai 100 persen dan bisa dilewati pengendara sepeda motor,” pungkasnya. (via/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Fatmasari Margaretta
#tni #urunan #Trending #pragaan #bpd #Swadaya #sumenep #berita sumenep hari ini #guyub #viral #radar madura