SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep terus berinovasi dan melakukan terobosan.
Berbagai upaya itu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dengan mempermudah sistem pembayaran layanan kesehatan melalui nontunai.
Pembayaran pelayanan dengan melakukan transaksi secara nontunai tersebut hasil kerja sama dengan badan pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Sumenep.
Peluncuran sistem pembayaran nontunai atau elektronik transaksi pemerintah daerah (EPTD) tersebut dilakukan di kantor dinkes P2KB pada Rabu (4/10).
Untuk mempermudah transaksi itu didukung oleh dua aplikasi. Yakni, Sistem Integrasi Solusi Transaksi (SISTA) dan dan device MobilePos (MPOS).
Yang menerapkan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) dan tujuh puskesmas di wilayah daratan.
Yakni, Gapura, Saronggi, dan Pragaan. Kemudian, Puskesmas Moncek, Kalianget, Pasongsongan, dan Pamolokan. Sedangkan puskesmas lain masih proses.
Plt Kepala Dinkes P2KB Sumenep Agustiono Sulasno mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan terobosan. Terutama berkenaan dengan peningkatan pelayanan dengan selalu memperbarui program.
Agus menyadari saat ini era digital. Dengan begitu, pihaknya harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menerapkan program pembayaran nontunai. ”Untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat,” katanya.
Dengan penerapan pembayaran nontunai tersebut, masyarakat tidak repot lagi membayar secara cash. Hal itu akan lebih mudah, cepat, dan aman. Sebab, sudah disediakan sistem barcode yang bisa mempermudah pembayaran layanan kesehatan.
”Jadi kalau periksa ke puskesmas, tidak repot bayar uang cash karena sudah disediakan sistem pembayaran nontunai,” ulas Agus.
Meski demikian, bukan berarti masyarakat tidak bisa membayar secara tunai. Program yang diterapkan itu hanya pelengkap bagi mereka yang tidak terbiasa membawa uang tunai. ”Jadi tetap bisa pakai uang tunai,” tegasnya.
Sekarang baru beberapa puskesmas yang menerapkan pembayaran nontunai. Sebab, program ini baru diluncurkan tahun ini.
Namun, ke depan puskesmas daratan maupun kepulauan akan menerapkan program yang sama.
”Belum semua puskesmas, nanti bertahap. Sebab, ini membutuhkan peralatan untuk mendukung pembayaran nontunainya,” tegas Agus. (iqb/luq)
Editor : Abdul Basri