Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKPP Sumenep Optimalkan Peningkatan Ketahanan Pangan

Abdul Basri • Kamis, 2 November 2023 | 06:41 WIB

ARIF FIRMANTO Kepala DKPP Sumenep.
ARIF FIRMANTO Kepala DKPP Sumenep.

 

Terapkan Konsep Agribisnis dari Hulu ke Hilir

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus melakukan optimalisasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui program yang dilaksanakan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP).

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengungkapkan, instansinya memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Terutama, berkaitan dengan memberikan jaminan ketahanan pangan.

Menurutnya, ketahanan pangan daerah merupakan suatu hal yang harus dijamin kecukupannya. Bahkan, kualitas mutu pangan harus dipastikan benar-benar layak dan aman.

Untuk mencapai semua itu, ada strategi khusus yang diterapkan DKPP Sumenep. Yakni, optimalisasi pemanfaatan berbasis keragaman sumber daya yang ada di daerah.

Upaya optimalisasi kedaulatan pangan, terutama di sektor pertanian, sudah dilakukan sejak 2021.

”Optimalisasi pemanfaatan berbasis keragaman sumber daya itu bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan serta produktivitas pertanian,” ungkapnya.

Arif menyebutkan, untuk mendukung optimalisasi kedaulatan pangan, ada visi dan misi yang dikonsep dengan baik oleh Pemkab Sumenep. Visi tersebut adalah ”Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera”.

SUBUR: Lahan pertanian bawang lokal Sumenep varietas Rubaru tumbuh dengan kualitas sangat bagus.
SUBUR: Lahan pertanian bawang lokal Sumenep varietas Rubaru tumbuh dengan kualitas sangat bagus.

 

Sedangkan misinya, ”Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Peningkatan Ekonomi Berbasis Kawasan dari Hulu ke Hilir”.

Gagasan tersebut tidak sekadar menjadi konsep belaka, melainkan sudah mampu memberikan bukti dan hasil yang nyata.

Selama tiga tahun terakhir dilakukan optimalisasi kedaulatan pangan, Sumenep sudah berhasil memberikan kontribusi yang cukup besar. Khususnya, berkaitan dengan hasil produksi pertanian.

Salah satunya berupa hasil produksi pertanian bawang merah. Bahkan, bawang merah hasil produksi Sumenep sudah ditetapkan sebagai varietas unggul lokal.

Yakni, melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2525/Kpts/SR.120/5/2011.

”Bawang merah memang menjadi komoditas pangan strategis di Sumenep. Sampai sekarang, produksi bawang merah terus dilakukan optimalisasi,” katanya.

Mengenai capaian produksi bawang merah di Sumenep, jumlahnya sangat fantastis. Pada 2020, hasil produksi bawang merah mencapai 6.876 ton dari luas panen 977 hektare.

Dengan capaian tersebut, rata-rata produktivitas mencapai 7,038 ton per hektare.

Sementara tahun 2021, luas panen bawang merah bertambah menjadi 1.669 hektare. Capaian produksi di tahun tersebut sebanyak 11.946 ton.

Kemudian, untuk rata-rata produktivitas mencapai 7,158 ton per hektare.

Berikutnya, pada 2022, luas panen bawang merah di Sumenep yaitu 1.586 hektare.

Untuk hasil produksinya, sebanyak 11.553 ton. Dengan jumlah tersebut, rata-rata produktivitas mencapai 7,285 ton per hektare.

Dari data itu dapat diketahui produktivitas bawang merah di Sumenep terus mengalami peningkatan per tahun.

Seperti pada 2020, produktivitasnya sebanyak 7,038 ton per hektare. Tahun 2021, meningkat menjadi 7,158 ton per hektare. Sedangkan pada 2022, kembali meningkat menjadi 7,285 ton per hektare.

”Dengan capaian ini, maka upaya Pemkab Sumenep dalam optimalisasi pertanian melalui konsep agribisnis dari hulu sampai hilir sudah membuahkan keberhasilan,” tandasnya. (bus/pen)

Editor : Abdul Basri
#dkpp sumenep #kesejahteraan masyarakat #ketahanan pangan