Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKPP Sumenep Sukses Ekspor Perdana Produk Olahan Bawang Merah 

Fatmasari Margaretta • Kamis, 2 November 2023 | 21:56 WIB

MENUJU PASAR INTERNASIONAL: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (menggunting melati) melapas pemberangkatan ekspor produk bawang goreng.
MENUJU PASAR INTERNASIONAL: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (menggunting melati) melapas pemberangkatan ekspor produk bawang goreng.

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sukses melakukan ekspor perdana produk olahan bawang merah ke Belanda Rabu (1/11). Produk olahan tersebut berupa bawang goreng.

Produk bawang goreng yang diekspor ke Belanda merupakan hasil produksi PT Permata Indah Rubaru (PIR). Badan usaha milik petani (BUMP) itu bekerja sama dengan Perusahaan Importir Ben Helen International Trading di Belanda.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, proses proses ekspor bawang merah tersebut melalui banyak tahapan. Pertama, Bupati bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Arif Firmato melakukan kunjungan ke Belanda.

”Saat itu bertemu sejumlah pengusaha di Belanda dengan membawakan produk olahan bawang,” tuturnya.

Kemudian, dilakukan tes market terhadap produk tersebut. Hasilnya, olahan bawang asal Sumenep mendapatkan respons baik sehingga dilanjutkan dengan MoU antara PT PIR dan Perusahaan Importir Ben Helen International Trading.

”Kotrak kerja samanya selama lima tahun dengan nominal kontrak 400 ribu US dolar,” sebutnya.

Selama kontrak berlangsung, pemasaran produk akan terus dipantau sehingga bisa melakukan perencanaan untuk kontrak berikutnya. Sekaligus, kemampuan produksi olahan bawang merah yang dilakukan PT PIR akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

EKSPOR PERDANA: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengecek produk bawang goreng yang akan diekspor ke Belanda Rabu (1/11).
EKSPOR PERDANA: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengecek produk bawang goreng yang akan diekspor ke Belanda Rabu (1/11).

”Ekspor perdana ini diharapkan benar-benar diminati di Belanda,” harapnya.

Bupati Fauzi menyampaikan, berdasar keterangan Perusahaan Ben Helen International Trading, pemasaran produk olahan bawang tersebut berpotensi semakin luas. Sebab, dengan masuknya produk ke Belanda, dapat membuka peluang untuk diterima di Eropa. Mengingat, standardisasi produk yang dibutuhkan sama persis.

”Jadi, nanti bisa juga masuk ke Belgia, Jerman, bahkan Inggris, dan Prancis,” terangnya.

Menurut dia, olahan bawang merah hasil pertanaman di Sumenep memiliki potensi besar. Dengan semikian, dianggap sangat layak untuk ditawarkan ke sejumlah pengusaha Indonesia di Belanda.

Selain itu, Pemkab Sumenep membawa rengginang, beras putih, beras merah, dan beras hitam ke Belanda. Semua itu dilakukan untuk uji tes market. Kalau diminati, akan dipersiapkan untuk disuplai ke sana.

Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengatakan, PT PIR yang memproduksi olahan bawang merah merupakan binaan instansinya. Saat ini BUMP tersebut sudah disediakan fasilitas alat produksi di sentra kawasan pengolahan bawang merah di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.

Dia menyebutkan, produk olahan bawang merah yang diekspor ke Belanda terdiri atas dua macam kemasan. Meliputi bawang goreng kemasan 100 gram sebanyak 2.220 pcs atau kemasan. Kemudian, bawang goreng kemasan 500 gram sebanyak 1.100 pcs.

”Hasil produk olahan bawang ini akan terus dikembangkan sehingga semakin laku di pasar kancah dunia,” katanya.

MENDUNIA: Satu truk boks produk bawang goreng hasil produksi PT PIR diekspor ke Belanda Rabu (1/11).
MENDUNIA: Satu truk boks produk bawang goreng hasil produksi PT PIR diekspor ke Belanda Rabu (1/11).

Jika permintaan pasar terhadap produk olahan bawang merah terus meningkat, DKPP Sumenep berencana menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya seperti penanaman bawang merah di semua kabupaten tetangga di Madura.

”Tujuan utama adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (bus/pen)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Fatmasari Margaretta
#beras hitam #dolar #sumenep #BUMP #rengginang #bawang merah #radar madura