SUMENEP, RadarMadura.id – Alat berat yang digunakan untuk pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Torbang, Kecamatan Batuan, rusak.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep berencana melakukan pengadaan alat berat baru. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 3 miliar.
Kepala DLH Sumenep Arif Susanto mengatakan, alat berat yang tersedia di TPA hanya dua unit.
Meliputi, satu ekskavator yang pengadaannya berlangsung pada 2015. Kemudian buldoser, pengadaannya dilakukan tahun 2011.
”Dua alat berat itu sudah rusak parah. Tiga hari ini sudah tidak bisa dipakai sama sekali,” ungkapnya Rabu (25/10).
Untuk itu, DLH berencana mengusulkan pengadaan alat berat baru. Supaya, pengelolaan sampah bisa lebih maksimal.
”Beberapa hari terakhir ini, pengelolaan sampah tidak maksimal karena alat berat yang ada tidak bisa digunakan,” paparnya.
Rencana pengadaan ekskavator dan buldoser tersebut segera diusulkan. Arif menargetkan, pengadaan alat berat itu teralokasi pada tahun anggaran 2024.
Yaitu, melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni.
”Jika tidak memungkinkan melalui APBD, akan diusulkan melalui PAK (perubahan anggaran keuangan),” tuturnya.
Menurut dia, dua unit alat berat yang ada di TPA selama ini sudah sering diperbaiki.
Bahkan, tiap kali diperbaiki, membutuhkan anggaran hingga Rp 300 juta. Dana itu sudah meliputi anggaran perbaikan alat berat dua unit sekaligus.
”Tetapi, meskipun diperbaiki, tidak bertahan lama. Beberapa waktu kemudian, rusak lagi,” paparnya.
Supaya tidak semakin banyak memakan anggaran, maka DLH berinisiatif melakukan pengadaan alat baru.
Perkiraan sementara, pengadaan dua alat berat baru itu memerlukan alokasi anggaran sebesar Rp 3 miliar.
Perinciannya, untuk pengadaan buldoser sebesar Rp 1,2 miliar. Sisanya, sebesar Rp 1,8 miliar, untuk anggaran pengadaan ekskavator.
”Itu sudah mulai kami koordinasikan agar bisa teranggarkan tahun depan,” ucapnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, akan menunggu koordinasi lebih lanjut dari DLH.
Yaitu, untuk mengetahui lebih jelas mengenai vitalitas kebutuhan alat berat tersebut.
”Kalau memang sangat diperlukan, kami akan dorong untuk dialokasikan anggaran. Tetapi, jika yang sudah ada masih layak untuk diperbaiki, cukup itu saja yang dimanfaatkan,” pungkasnya. (bus/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia