SUMENEP, RadarMadura.id – SMPN 1 Manding menggelar semarak Revitalisasi Budaya Sumenep dalam kegiatan tengah semester (KTS) pada September lalu. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan termotivasi untuk mencintai dan melestarikan budaya leluhur. Sebab, kekayaan dan khazanah Indonesia itu tidak boleh punah tergerus zaman.
Kepala SMPN 1 Manding Jayadi menyampaikan, semua pihak turut berkontribusi dalam melestarikan dan memajukan budaya Madura. KTS diisi lomba-lomba. Meliputi lomba pidato, dongeng, puisi, lawak Madura, menulis carakan, tembang macapat, careta pandha’ (carpan), cerdas cermat, dan bazar yang menyajikan aneka kuliner khas Sumenep.
”Semuanya menggunakan bahasa Madura dan sajian bazar kuliner jajanan Madura. Tidak ada yang modern alias jajanan luar Madura,” jelasnya.
Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan bahasa Madura selama KTS. Selain KTS, setiap Sabtu pekan terakhir pihaknya menjalankan program berbahasa Madura. Pada hari itu juga, pakaian menggunakan pesa’ dan rancongan. ”Kami imbau siswa yang punya pakaian Madura dipakai. Jika belum punya, ya pakai seragam sekolah seperti biasa,” jelasnya. ”Oktober ini mulai digalakkan,” jelasnya.
SMPN 1 Manding mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler. Di antaranya, drumben, gamelan, musik, olahraga, pencak silat, bulu tangkis, palang merah remaja (PMR), majalah dinding, dan Pramuka. ”Pokoknya ada sekitar 14 ekstrakurikuler,” jelasnya. (via/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana