SUMENEP, RadarMadura.id – Revitalisasi dermaga Pelabuhan Kalianget sudah menghabiskan dana pemerintah pusat sebesar Rp 60.067.311.199. Meski demikian, keberadaannya saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Sebab, menyulitkan penumpang saat turun dari kapal karena dermaga terlalu curam.
Proyek puluhan miliar tersebut tuntas dikerjakan pada 2022 lalu. Kegiatannya dikerjakan PT Sumber Bangun Sentosa asal Jawa Tengah. Anggaran proyek itu melekat di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur.
Manajer PT Dharma Dwipa Utama Cabang Kalianget Maman Surahman mengatakan, kondisi dermaga Pelabuhan Kalianget yang baru dibangun tersebut kurang memenuhi standar. Sebab, sangat menyulitkan penumpang kapal saat akan turun. Utamanya saat kondisi air sedang surut. ”Kemiringan dermaga tidak sesuai. Menurut saya itu terlalu curam,” ucapnya.
Maman Surahman menyampaikan, kondisi tersebut kerap kali menuai protes dari para penumpang kapal. Mereka menuntut proses bongkar muat kapal harus disegerakan. Namun, jika dipaksakan, akan berisiko kepada penumpang.
”Motor saja kesulitan yang mau keluar dari kapal. Apalagi mobil yang berat membawa muatan. Kalau kendaraan yang tidak sehat, pasti tidak kuat menanjak. Kalau tidak segera diturunkan, penumpang protes,” ucapnya.
Kecuraman dermaga tersebut juga sangat menghambat proses bongkar muat penumpang kapal. Sebab, akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus menunggu air pasang terlebih dahulu.
”Jelas memakan waktu. Kalau air surut kita kesulitan juga. Kalau ada kendaraan yang tidak memungkinkan menanjak, kita tahan dulu,” ujar Maman Surahman.
Maman Surahman mengungkapkan, saat proses pembangunan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pelaksana. Namun, mereka berdalih jika pekerjaannya itu sudah sesuai dengan gambar dan ukuran yang diberikan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK).
”Sudah saya komplain, tapi tidak ada perubahan. Kontraktornya kan bekerja sesuai gambar yang dibuat PPK. Jadi mereka tidak menghiraukan,” pungkasnya.
Seharusnya, pembangunan dermaga itu disesuaikan dengan kondisi pasang surut air. Dengan demikian, aktivitas penumpang tidak terganggu.
Koordinator Penyeberangan Pelabuhan Kalianget BPTD XI Provinsi Jatim Tarto Syaifullah mengatakan, berkenaan dengan pembangunan pelabuhan tersebut pihaknya juga tidak memiliki kewenangan. Namun, dirinya menyadari jika dermaganya itu terlalu curam.
”Iya, kami tidak bisa ikut campur karena sudah dari pihak perencananya seperti itu. Kalau terlalu tinggi, iya memang benar,” katanya.
Maka dari itu, ke depan pihakya masih akan mencarikan solusi berkenaan dengan permasalahan tersebut. Namun, untuk mengubah struktur pembangunan yang ada, jelas tidak mungkin.
”Mungkin nanti bisa diusulkan untuk penambahan dermaganya agar lebih landai lagi,” tukas Tarto Syaifullah. (iqb/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta