Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hasil Bumi Melimpah, Warga Sumenep Gelar Ritual Tatorbangan

Berta SL Danafia • Minggu, 10 September 2023 | 14:01 WIB
UNIK: Warga Dusun Gilir, Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep, membawa buah dan sayur yang dihias saat melaksanakan kegiatan budaya tatorbangan pada Jumat (8/9). (MOH. IQBAL/JPRM)
UNIK: Warga Dusun Gilir, Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep, membawa buah dan sayur yang dihias saat melaksanakan kegiatan budaya tatorbangan pada Jumat (8/9). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Kabupaten Sumenep kaya warisan budaya. Salah satunya tatorbangan yang digelar masyarakat Desa Torbang, Kecamatan Batuan, sebagai wujud rasa syukur atas bumi yang subur. Ritual tersebut kini diperkenalkan sebagai potensi wisata.

Ritual tersebut diwujudkan warga dari berbagai dusun dengan membawa hasil bumi kepada kepala desa. Hasil bumi itu berupa buah dan sayuran yang dihias semenarik mungkin sebelum diserahkan.

Kemudian, secara bergantian, warga dari berbagai dusun membawa hasil bumi tersebut. Setelah diserahkan kepada kepala desa, warga boleh mengambil hasil bumi tersebut.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menghadiri langsung gelaran ritual itu. Dia mengatakan, tradisi tatorbangan sebenarnya sudah lama ada. Namun, selama ini jarang diselenggarakan. Dia mendorong pemerintah desa agar menghidupkan kembali tradisi tersebut. Sebab, tradisi itu sebagai ciri khas Desa Torbang.

Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu menyatakan, tradisi tersebut sebagai bentuk syukur masyarakat terhadap hasil bumi. Tradisi itu juga berpotensi dikembangkan menjadi wisata. ”Tradisi seperti ini harus terus dihidupkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Torbang Muzanni mengatakan, kegiatan itu untuk menghidupkan budaya yang sudah hilang. Ritual tatorbangan sudah lama ada, tapi terlupakan.

”Intinya, kegiatan ini seperti rokat desa, masyarakat bersama-sama berdoa untuk kemakmuran, kenyamanan, dan ketenteraman desa agar ke depan mendapatkan berkah yang melimpah,” terangnya. (iqb/pen)

Editor : Berta SL Danafia
#sumenep #bupati #budaya #ritual #radar madura #tradisi