SUMENEP, RadarMadura.id – Angka inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu di Sumenep kembali naik. Saat ini angka inflasi Kota Keris naik menjadi 4,72 persen dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Ribut Hadi Candra kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengatakan, angka inflasi Sumenep tertinggi dibanding kabupaten/kota lain di Jawa Timur (Jatim). Berdasar perhitungan angka inflasi tahunan (year on year) di delapan kota di Jatim, Kabupaten Sumenep paling tinggi.
”Angka inflasi tertinggi kedua adalah Kota Surabaya sebesar 0,14 persen. Sedangkan angka inflasi terendah adalah Madiun sebesar 0,02 persen,” katanya Minggu (3/9).
Menurut dia, sepanjang Agustus 2023, indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur secara keseluruhan mengalami inflasi. Pada periode Januari 2022–Agustus 2023, terdapat 20 komoditas yang harganya labil. Di antaranya, cabai merah, tomat, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, beras, dan telur ayam ras.
”Beras menjadi komoditas paling besar penyumbang inflasi Agustus 2023 ini. Persentasenya sampai 1,01 persen. Kenaikan harganya mencapai 20,25 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, bensin menjadi komoditas penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar 0,57 persen,” terangnya.
Dijelaskan, ada beberapa komoditas yang berkontribusi memicu inflasi tahunan cukup tinggi pada Agustus 2023. Namun, harganya turun dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu, bawang putih 12,92 persen, daging ayam ras 6,18 persen, dan perhiasan emas sebesar 0,52 persen.
”Sedangkan komoditas yang harganya tetap dibandingkan bulan sebelumnya di antaranya, premium, rokok filter, dan rokok keretek,” ulasnya. (via/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti