SUMENEP, RadarMadura.id – Puncak panen produksi garam rakyat Agustus–September. Hasilnya, ada peningkatan produksi. Namun, kondisi tersebut tidak selaras dengan kualitas garam yang cenderung menurun.
Seperti yang diungkapkan Marwin, petani garam asal Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Minggu (13/8). Menurut dia, kualitas garam yang dihasilkan petani musim ini tergolong rendah. Bahkan, berada di kualitas 2 (kw 2). Pemicunya, air cenderung kotor.
”Alhamdulillah, produksinya meningkat. Harganya juga cukup bagus. Namun, hasilnya tidak sebagus sebelum-sebelumnya,” kata Marwin kepada JPRM.
Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Abdul Hayat menyatakan, harga garam musim ini cukup tinggi, yakni berkisar Rp 1.500 per kilogram. Meski begitu, petani tetap ingin harga pokok produksi (HPP) segera diatur oleh pemerintah pusat. Sebab, khawatir terjadi permainan harga di kemudian hari. ”Kami butuh aturan dari pemerintah tentang HPP,” ujarnya.
Ketika HPP diatur, lanjut dia, permainan harga garam bisa diminimalisasi. Apalagi, ketentuan HPP dari Kemendag tidak relevan meski sudah ditetapkan sejak 2020. Artinya, HPP itu tidak bisa digunakan dengan kondisi sekarang dan di masa mendatang.
Pria yang akrab disapa Ubed itu menyatakan, HPP 2020 dinilai sangat rendah. Per 1 kilogram dihargai Rp 800 untuk kualitas 1. Sementara kualitas 2 Rp 550 per 1 kilogram dan Rp 350 per 1 kilogram untuk kw 3. ”Tapi, kan sudah tidak relevan lagi jika digunakan sekarang,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, target produksi garam dari PT Garam tahun ini antara 225 ribu ton hingga 300 ribu ton. Namun, dengan catatan cuaca bagus.
Dia menyebutkan, harga garam yang ditetapkan PT Garam (Persero) per 1 kilogram Rp 1.500 untuk kw 1. Sementara PT Garindo Sejahtera dari Rp 1.400 hingga Rp 1.600. Kemudian, PT Sumatera Palm Raya mematok harga Rp 1.550 per 1 kilogram untuk kw 1 dan Rp 1.450 untuk kw 2. Sedangkan PT Susanti Megah Rp 1.700 untuk kw 1 dan Rp 1.500 untuk kw 2.
”Nah, PT Unichem Pamekasan Rp 1.600 per 1 kilogram untuk kw 1. Untuk kw 2, kami belum tahu berapa,” ucapnya.
Dalam keterangan persnya, Direktur PT Garam (Persero) Arif Hendra menyatakan, target produksi garam bahan baku tahun ini 300 ribu ton. Adapun untuk garam olahan, pihaknya menargetkan 40 ribu ton. ”Namun, untuk (target garam olahan) bisa jadi akan memproduksi 60–80 ribu ton,” tandasnya. (via/daf)
Editor : Berta SL Danafia