SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Dusun Blajud, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, mulai menghias lingkungannya dengan nuansa merah putih. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Salah satunya membangun gapura di pintu masuk utama Dusun Blajud, RT 003 Desa Karduluk. Biaya untuk membangun gapura barasal dari sumbangan warga. Meski hasil gotong royong, gapura dengan nuansa merah putih tersebut terlihat megah.
Material pembuatan gapura tidak semuanya menggunakan material baru. Beberapa di antaranya memanfaatkan barang bekas. Misalnya, pilar dibuat dengan bekas wadah cat tembok. Namun, di tangan kreatif warga Blajud, nuansa lingkungan terlihat indah.
Kepala Dusun Blajud Abd. Hadi mengatakan, pembangunan gapura itu berkat kekompakan warga. Khususnya, para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Dusun Blajud (GPDB).
”Alhamdulillah, setelah perjuangan beberapa hari, akhirnya gapura ini bisa berdiri. Ini berkat kekompakan warga dalam rangka memeriahkan HUT Ke-78 Republik Indonesia," katanya.
Dia menjelaskan, pengerjaan gapura tersebut sekitar sepekan. Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, pengerjaan dilaksanakan malam hari. Namun, warga yang tidak memiliki aktivitas pada siang hari juga datang untuk membantu.
Dia menjelaskan, biaya yang digunakan untuk membuat gapura ini merupakan hasil swadaya masyarakat. Bahkan, pekerja tidak ada yang dibayar sepeser pun.
”Ini berkat kekompakan warga. Tidak ada bayaran. Istilah yang sering diucapkan H. Lis, yang menjadi arsitek pembangunan gapura ini, banyak kerja sedikit makan," katanya diiringi tawa riang.
Bapak dua anak itu menuturkan, selain gapura, sepanjang jalan Dusun Blajud, RT 3, dipasang hiasan khas agustusan. Sebagian hiasan tersebut memanfaatkan barang bekas. Misalnya, gelas bekas air mineral yang dicat merah putih.
"Menghias jalanan dusun ini baru kali pertama kami lakukan. Sebelumnya hanya inisiatif perorangan, tidak terkoordinasi. Untuk tahun ini baru satu gang. Saya berharap, di momen selanjutnya bisa menyasar RT lain," harapnya.
Selain menghias kampung, GPDB juga berencana menggelar lomba khas agustusan. Saat ini panitia tengah mencari sponsor yang akan diajak kerja sama.
"Lomba tidak harus besar, yang penting menghibur. Warga bahagia menyambut hari istimewa itu sudah cukup," tutupnya. (han/dry)
Editor : Hendriyanto