SUMENEP, RadarMadura.id - Kronologi peristiwa kecelakaan (laka) laut Kapal Layar Motor (KLM) Putri Kuning di perairan Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep pada Rabu (19/7) simpang siur. Khususnya, mengenai penyebab terjadinya kapal tersebut karam hingga mengakibatkan dua orang penumpang meninggal.
Diinformasikan sebelumnya, kapal itu menabrak Rig milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Namun, di samping itu ada kabar lain yang beredar. Yaitu, Rig pengeboran minyak gas (migas) yang ditabrak KLM Putri Kuning adalah milik Santos yang saat ini bernama Medco Energi.
Polres Sumenep sebelumnya merilis KLM Putri Kuning menabrak Rig milik HCML. Untuk memastikan simpang siurnya kabar tersebut, Jawa Pos Radar Madura melakukan konfirmasi ulang agar dapat dipastikan kebenarannya.
Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, keterangan yang disampaikan korban selamat simpang siur. Tidak hanya tentang identitas Rig yang ditabrak. Namun, jumlah korban yang terlibat laka laut itu juga tidak jelas.
"Maklum, korban masih syok. Sehingga tidak bisa ditanya lebih banyak. Kami harus memahami kondisi korban," ungkapnya pada Jumat (21/7).
Baca Juga: KLM Putri Kuning Tenggelam Di Selat Madura, Dua Penumpang Meninggal
Teranyar, setelah ditelusuri lebih lanjut, kata Widi, ternyata Rig yang ditabrak KLM Putri Kuning bukan milik HCML. Melainkan, milik Santos alias Medco Energi. Hal itu, dipastikan berdasar keterangan terbaru dari korban yang selamat.
"Kami sudah konfirmasi lagi. Terbaru, Rig yang ditabrak dikabarkan milik Santos," ucapnya.
Sedangkan mengenai jumlah korban yang terlibat laka laut, menurutnya juga simpang siur. Awalnya dikabarkan terdapat 10 orang di dalam kapal. Terdiri atas satu orang nakhoda, dua anak buah kapal (ABK), dan tujuh penumpang.
"Sedangkan setelah itu, ternyata nambah dua lagi. Yaitu dua korban yang ditemukan meninggal," paparnya.
Sehingga, total penumpang menjadi 12 orang. Hingga saat ini, tersisa tiga korban yang belum ditemukan. Yaitu Irianti (9) bocah asal Kecamatan Kendit, Situbondo. Kemudian satu korban laki-laki dan satu korban perempuan yang tidak diketahui identitasnya.
"Proses pencarian masih terus dilakukan. Namun, belum ada perkembangan informasi," tuturnya.
Baca Juga: Tiga Orang Belum Ditemukan, Empat Selamat dan Dua Penumpang KLM Putri Kuning Tewas
Dalam proses pencarian tersebut, Polres Sumenep menerjunkan tim Sat Polairud. Serta bekerja sama dengan berbagai tim yang lain. Seperti basarnas dan para nelayan di perairan sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, VP Relations dan Security Medco Energi Arif Rinaldi mengatakan, peristiwa laka laut itu masih dalam penyelidikan. Yakni untuk memastikan, Rig yang ditabrak KLM Putri Kuning adalah milik perusahaanya atau tidak.
Dalam hal demikian, Medco Energi memasrahkan penuh proses penyelidikan tersebut kepada aparat berwenang. "Perusahaan akan mengoordinasikan ke aparat, apabila terdapat informasi atas kejadian ini," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Manager Regional Office and Relations HCML, Hamim Tohari menepis kabar yang beredar. Yaitu terkait laka laut KLM Putri Kuning yang diinformasikan menabrak Rig milik perusahaannya.
Kata dia, koordinat lokasi kecelakaan tersebut jauh dari lokasi anjungan alias MAC HCML. Sehingga, sangat diyakini bahwa kapal niaga itu tidak menabrak Rig milik perusahaanya.
"Tidak ada kejadian kapal menabrak platform MAC HCML pada hari Rabu (19/7)," terangnya.
Bahkan, pernyataan tersebut dikuatkan dengan kesaksian 130 orang anggota tim project HCML. Kebetulan, mereka sedang menyelesaikan MOPU di sumur MAC HCML yang dimaksud.
"Tim tersebut bekerja dan tinggal di lokasi sumur. Jadi, di sana ada sejumlah pekerja yang beraktivitas," tegasnya. (bus/dry)
Editor : Hendriyanto