Kompetisi olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain atau parasut tersebut diikuti oleh 42 peserta. Puluhan orang itu berasal dari berbagai daerah. Seperti Kabupaten Probolinggo, Magetan, Lumajang, Jombang, dan Tulungagung. Lalu, Kota Surabaya, Malang, Batu, Kabupaten Jember, dan berbagai daerah lainnya.
Perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Jatim Thomas mengatakan, Sumenep memang memiliki potensi yang luar biasa. Salah satunya tempat untuk mengeksplor olahraga paralayang. ”Makanya, Paralayang Liga Jatim Seri 1 tahun ini digelar di Sumenep,” katanya.
Thomas menyampaikan, tahun 2022 juga dilaksanakan event paralayang di Puncak Lanjari. Menurut dia, lokasi tersebut memang memiliki spot yang sempurna. Mulai dari ketinggian dan tempat mendarat para atlet. Lokasi tersebut sangat cocok dijadikan tempat belajar atlet.
Thomas menyatakan, di Puncak Lanjari ini sudah dua kali diadakan event paralayang tingkat Jatim. Bisa jadi, ke depan menjadi lokasi event tingkat nasional hingga internasional.
”Tidak menutup kemungkinan tahun depan kita buat nasional. Hasil event saat ini akan dijadikan referensi untuk disampaikan ke pengurus pusat,” ucapnya.
Menurut dia, kehadiran paralayang di Puncak Lanjari ini tentu memberikan dampak positif untuk banyak hal. Utamanya, peningkatan objek wisata dan perekonomian masyarakat setempat. ”Liga seri 1 ini bisa mendongkrak kunjungan wisata,” tukas Thomas.
Sementara itu, Sekdes Soddara Samsul Arifin menyambut baik penyelenggaraan event paralayang di wilayahnya. Sebab, itu sangat berdampak positif untuk desanya. ”Yang jelas event seperti ini dapat meramaikan wisata Puncak Lanjari yang sedang kami kembangkan,” katanya.
Syamsul Arifin mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Salah satunya berkenaan dengan sarana dan prasarana menuju Puncak Lanjari. Yakni, akses jalan yang masih rusak dan sempit.
”Yang jelas kami akan mengupayakan terus memperbaiki fasilitas, utamanya jalan. Ini sudah kami komunikasikan dengan pemerintah kabupaten,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Moh. Iksan mengatakan, pihaknya tentu akan mendukung penuh berkenaan dengan event paralayang tersebut. Apalagi nanti direncanakan untuk event tingkat nasional.
Salah satu yang akan dilakukan yaitu dengan mendukung pengembangan atlet paralayang Kota Keris. ”Tahun depan akan kita sediakan hibah keolahragaan melalui KONI untuk pembinaan atlet Paralayang Jokotole. Sekaligus untuk pemandu paralayang di wisata Puncak Lanjari,” katanya. (iqb/han) Editor : Abdul Basri