Selama tiga hari, hanya Kapal Motor (KM) Samporna Maju yang melakukan aktivitas. Sedangkan tiga armada lainnya mogok kerja. Yakni, KM Karjon, KM Serbaguna III, dan KM Safaraz. Pemkab Sumenep melalui disperkimhub akan melayangkan surat teguran kepada tiga pemilik kapal tersebut.
Kepala Disperkimhub Sumenep Moh. Jakfar membenarkan tiga kapal tidak beroperasi selama tiga hari. Akan tetapi, kemarin aktivitas penyeberangan Kalianget–Talango dan sebaliknya sudah mulai normal. Dua dari tiga kapal yang tidak beroperasi itu sudah melakukan aktivitas kembali.
Jakfar mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab tidak beroperasinya ketiga kapal itu. Menurut dia, tidak beroperasinya kapal itu sudah melanggar aturan. Sebab, mereka sudah memiliki jadwal trayek masing-masing. Maka dari itu, pihaknya akan mengirimkan surat teguran sebagai sanksi sekaligus mencari tahu problem utamanya.
”Senin besok (hari ini, Red) saya akan buatkan surat teguran ke pemilik kapal yang tidak beroperasi itu. Sebagai sanksi, agar hal itu tidak terulang lagi. Sehingga, aktivitas penyeberangan Kalianget–Talango dan sebaliknya tidak terhambat lagi,” ucapnya.
Pemerintah bisa saja memutus jadwal trayek ketiga pemilik tongkang ini. Namun, itu tidak mudah dan harus melalui beberapa tahapan. Selain itu, pihaknya juga memikirkan dampak sosial yang akan terjadi apabila kapal tongkang yang ada saat ini diputus trayeknya. ”Kalau kita putus yang tiga itu, jelas sangat berdampak pada masyarakat,” tukas Jakfar.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget Taufikurrahman mengatakan, untuk empat kapal tongkang tersebut memang sudah memiliki izin operasional yang resmi dan lengkap. Sehingga, seharusnya mereka melakukan aktivitas secara rutin sesuai jadwal.
”Pemilik kapal ini sudah sempat saya kumpulkan. Alasannya, kalau setiap hari ada tiga kapal yang beroperasi itu rugi. Makanya mereka hanya meminta dua,” katanya.
Menurut dia, setiap harinya memang terdapat satu kapal yang tidak beroperasi. Jadwal liburnya itu bergantian dari keempat kapal itu. ”Untuk jadwal trayeknya itu di dishub. Yang pasti setiap hari itu ada kapal yang tidak beroperasi,” ulas Taufikurrahman.
Sementara itu, pemilik Kapal Samporna Maju Ikram mengaku sempat kewalahan selama berhari-hari. Sebab, hanya dirinya yang beroperasi. ”Kalau hari ini (kemarin, Red), kapal saya libur. Jadi dari tiga yang mogok itu, dua di antaranya sudah beroperasi lagi,” katanya.
Warga Pulau Talango, Milda, 27, mengatakan, tidak beroperasinya kapal selama tiga hari itu memang sangat mengganggu pada aktivitas masyarakat. Sebab, harus mengantre panjang untuk melakukan penyeberangan setiap harinya karena hanya ada satu kapal yang beroperasi.
”Kalau saya inginnya kapal beraktivitas normal. Kalau hanya satu, antreannya panjang. Orang yang mau berangkat kerja kan bisa terlambat,” katanya. (iqb/han) Editor : Abdul Basri