Keluarga dan warga sekitar rumah perempuan itu berdatangan. Doa dan sudah dilakukan. Setelah memakan waktu, jabang bayi itu pun lahir. Tangis kembali pecah. Sebagian juga berteriak menyambut kelahiran bayi laki-laki itu pada 28 Juni 1970.
Tangisan dan teriakan itu pecah setelah melihat kondisi bayi yang lahir (maaf) tanpa kedua tangan. Mendengar informasi itu, seorang tokoh bernama Ke Connet alias Ke Surahwi segera berkata, ”O ya dinalah berri nyama ontong laju. Jareya bakal daddi oreng se ontong (Ya sudah beri nama anak itu Untung. Anak itu kelak akan menjadi orang beruntung),” kata Ke Connet ditirukan Untung kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di Musala Rabithah Sabtu (23/12) malam.
Untung baru mendengar cerita itu ketika sudah beranjak dewasa. Tepatnya ketika dia mulai dikenal masyarakat. ”Ya bendher onggu ca'na kaena lamba, ba'na daddi oreng se ontong onggu sateya (sungguh benar kata Ke Connet dulu, sekarang kamu benar-benar menjadi orang beruntung),” Untung kembali menceritakan perkataan orang-orang di sekitarnya.
Untung mengaku beruntung karena bisa mendidik putra-putri tetangga untuk membaca Al-Qur'an. Itu dimulai sekitar 1994 setelah pulang dari pondok. Di Musala Robithah di depan rumahnya itulah Untung mendidik puluhan anak-anak mengaji. Aktivitas itu dilakukan setelah Asar setiap hari. Awalnya hanya satu santri. Kemudian, berkembang menjadi puluhan. Bahkan, pernah mencapai 95 santri.
Karena itu, pria 52 tahun tersebut merasa beruntung ketika bisa membahagiakan orang lain atau orang di sekitar tidak terbebani dengan kehadirannya. ”Bahkan, kalau bisa saya harus bisa membantu orang di sekitar saya,” katanya.
Keterbatasan fisik tidak menyurutkan untuk menuntut dan berbagi ilmu. Pendidikannya dimulai dari SDN Batang-Batang Daya 2. Kemudian, melanjutkan ke SMPN Batang-Batang. Lalu, mondok di Pondok Pesantren Al-Usymuni. Selain itu, untuk menyelesaikan pendidikan menengah melalui program kejar paket C. Gelar sarjana pendidikan sekolah dasar (S.Pd.SD) dia peroleh dari Universitas Terbuka.
Di MI Miftahul Ulum dia mula-mula mengajar bahasa Arab dan Al-Qur'an Hadis. Lalu, saat ini menjadi guru kelas. Sementara di MTs Miftahul Ulum dia mendapat amanah mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadis.
Nama Untung semakin bersinar ketika diundang menjadi narasumber sejumlah stasiun televisi nasional. Berbagai penghargaan juga diberikan kepadanya. Salah satunya Madrasah Award dan Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Adiktis) 2021. Penghargaan kategori unsur masyarakat peduli pendidikan itu diterima dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.
Terbaru, Untung mendapat anugerah sebagai tokoh berjasa Madura Awards 2022 dari Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Penghargaan diserahkan dari Pemred JPRM Lukman Hakim AG dan Direktur PT Madura Intermedia Pers Abdul Aziz di Gedung Bakorwil Pamekasan, Jumat (16/12) malam disaksikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Wabup Sampang Abdullah Hidayat, dan undangan. Tepuk tangan bergemuruh ketika namanya dipanggil. Bahkan, Bupati Baddrut Tamam memeluknya ketika Untung turun dari paggung. (luq) Editor : Abdul Basri