Pada Festival Dewi Cemara, Sumenep mendelegasikan dua desa. Yakni, Desa Aeng Tongtong dan Pagarbatu. Desa Aeng Tongtong tampil memukau lewat kerajinan keris. Sedangkan Desa Pagarbatu menonjolkan aneka camilan khas Kabupaten Sumenep.
Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Imam Buchari mengatakan, Sumenep berhasil masuk tiga besar kategori produk terunik bersama Kabupaten Banyuwangi dan Ngawi. ”Memang tidak ada juara satu, dua, atau tiga. (Utusan) Sumenep masuk tiga besar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Imam mengatakan, torehan prestasi kedua desa tersebut diyakini akan menjadikan desa wisata di Sumenep semakin dikenal masyarakat luas. Bahkan, bisa memicu perkembangan desa wisata ke depan. ”Ini penyemangat bagi pemerintah, agar ke depan pengembangan desa wisata benar-benar jadi perhatian utama,” tambahnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menyatakan sangat bangga dengan torehan prestasi tersebut. Namun, dia meminta pemerintah juga harus benar-benar melakukan pendampingan dan pengembangan secara intens. Sehingga, ada manfaat besar yang bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sumenep.
”Artinya, prestasi yang dicapai juga harus diimbangi dengan program kerja yang bisa mengangkat pamor desa wisata. Kami semua bangga Sumenep memiliki prestasi luar biasa di sektor desa wisata,” ungkapnya.
Sami’oeddin berharap, pemerintah juga harus mampu melakukan pengembangan dan perluasan Desa Wisata di Kabupaten Sumenep. Tentunya, hal itu harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa.
”Yang perlu kita tekankan ke depan, desa wisata tidak hanya berhenti di sini. Artinya, tidak hanya soal prestasi. Itu bonus. Tapi, yang lebih penting adalah masyarakat bisa memetik hasil manis dari pengembangan desa wisata,” pungkasnya. (di/yan) Editor : Abdul Basri