SUMENEP– BPRS Bhakti Sumekarikut memeriahkan kegiatan Hari Jadi (Harjad) Ke-753 Kabupaten Sumenep. Yakni, dengan menggelar lomba musabaqah hifdzil Qur’an (MHQ) yang akan dilaksanakan pada Senin (3/10) hingga Jumat (7/10).
Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajarmengatakan, Harjad Kabupaten Sumenep kali ini akan dimeriahkan dengan kegiatan religius. Wujud dari peringatan itu melalui kegiatan MHQ yang akan digelar di Pendapa Agung Keraton Sumenep. Tema yang diusung yaitu mendukung Sumenep Bismillah Melayani dengan semangat qur’ani.
Menurut Fajar, penentuan tempat MHQ bukan tanpa pertimbangan. Salah satu alasannya, Pendapa Agung Keraton Sumenep menjadi pusat pemerintahan para raja. Artinya, lokasi pelaksanaan MHQ merupakan tempat bersejarah.
”Ini bukan tempat sembarangan karena para raja melakukan aktivitas pemerintahan di pendapa,” kata dia kemarin (26/9).
Fajar menyampaikan, lomba MHQ akan digelar selama limahari berturut-turut. Pesertanya dari tingkat siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Mengenai hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan (disdik) dan Kemenag Sumenep untuk menyukseskan acara tersebut.
Dia menambahkan, ada batasan usia peserta yang mengikuti MHQ. Khusus golongan juz 1 atau juz 30 untuk peserta usia 6–12 tahun. Sementara golongan juz 1 sampai juz 5 untuk remaja usia 13–15 tahun.
”Kami juga sudah koordinasi dengan disdik dan Kemenag. Jadi pesertanya khusus anak-anak dan remaja,” ujarnya.
Fajar menyampaikan, tujuan utama dari kegiatan ini dalam rangka memperingati Harjad Kabupaten Sumenep yang ke-753. Selain itu, upaya menanamkan dan meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an di kalangan masyarakat Kota Keris. Setidaknya, dimulai sejak usia dini hingga dewasa. Sebab, mereka diyakini akan menjadi generasi pemimpin masa depan.
Dengan adanya lomba ini, Fajar berharap potensi generasi penghafal Al-Qur’an bisa digali dengan maksimal. Bagi yang berhasil meraih juara, tentu pihaknya sangat mengapresiasi. Karena mereka yang mendapatkan trofi bupati Sumenep.
”Kami ingin membudayakan perilaku sehari-hari masyarakat yang religius,” harapnya.
MHQ Bupati Sumenep 2022 digelar karena terinspirasi dari Al-Qur’an raksasa yang ditulis Sultan Abdurrahman. Saat ini, Al-Qur’an seberat setengah ton itu disimpan di Museum Keraton Sumenep, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep.
Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengatakan, Al-Qur’an yang ditulis Sultan Abdurrahman menyimpan banyak sejarah. Konon, Al-Qur’an berukuran panjang 4 meter dan lebar 3 meter itu ditulis hanya dalam kurun waktu satu malam.Peristiwa yang tidak mungkin terjadi kecuali bagi orang-orang pilihan.
Sejarah penulisan Al-Qur’an tersebut menginspirasi badan usaha milik daerah (BUMD). Yakni, dengan u menggelar MHQ dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-753Kabupaten Sumenep. Menurutnya, sejarah Al-Qur’an tersebut menjadi syiar bahwa generasi penerus haru gemar membaca dan menghafal Al-Qur’an.
”Kami ingin generasi ke depan tidak hanya membaca dna menghafal, tapi juga bisa menjadi pemimpin qur’ani,” paparnya.
Fajar mengutarakan, masyarakat Bumi Sumekar dikenal agamais atau religius. Hampir di setiap daerah memiliki pesantren atau lembaga pendidikan berbasis agama. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya pondok pesantren, baik di wilayah di daratan maupun kepulauan.
Kondisi tersebut direspons baik BPRS Bhakti Sumekar.Sebagai salah satu BUMD di Kabupaten Sumenep, kata Fajar, BPRS Bhakti Sumekar memiliki kepedulian dalam memeriahkan Harjad Sumenep sesuai karakter masyarakat yang religius.
Kendati begitu, pihaknya tidak ingin kegiatan ini hanya sebatas lomba. Fajar menginginkan agar hal ini menjadi bagian dari syiar Islam dan dakwah dalam rangka menguatkan kembali fondasi agama religius yang menjadi tradisi dan adat masyarakat Kabupaten Sumenep.
”Semoga melalui kegiatan ini kita terus bisa menyiarkan nilai-nilai qur’ani kepada masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (bil/daf)
Editor : Abdul Basri