Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

21 Rekanan Ikuti Lelang Pelabuhan Wisata

Abdul Basri • Senin, 26 September 2022 | 06:57 WIB
KURANG PANJANG: Pelabuhan wisata dari sisi Kalianget yang dibangun mengunakan anggaran dari bantuan dana keuangan Provinsi Jawa Timur tahun lalu. (MOH. JUNAIDI/Radarmadura.id)
KURANG PANJANG: Pelabuhan wisata dari sisi Kalianget yang dibangun mengunakan anggaran dari bantuan dana keuangan Provinsi Jawa Timur tahun lalu. (MOH. JUNAIDI/Radarmadura.id)
SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Proyek lanjutan perpanjangan pelabuhan wisata di Kalianget saat ini tengah proses tender. Informasi dari laman pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Sumenep, ada 21 rekanan yang mengikutinya.

Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Transportasi Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) Dadang Dedy Iskandar menjelaskan, laporan dari LPSE, proyek ini sedang dalam masa penawaran. ”Belum selesai,” jelasnya kepada JPRM melalui sambungan telepon kemarin (24/9).

Akan tetapi, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait rekanan yang sudah mengajukan penawaran. Alasannya, bukan menjadi wewenangnya. ”Yang mengajukan penawaran, ya LPSE yang bisa jawab,” tambahnya.

Dia menegaskan, proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 1,3 miliar lebih ini akan digarap apabila pemenangnya sudah ditentukan. Yakni, sekitar Oktober mendatang. ”Kalau sudah selesai, kami garap,” ujarnya.

Menurut Dadang, masa penawaran proyek yang dananya bersumber dari APBD ini akan ditutup pada 26 September. Sementara penentuan pemenangnya pada 29 September. ”Itu informasi yang kami dapat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Sumenep Mustangin belum bisa dimintai konfirmasi. Berkali-kali dihubungi, pihaknya tidak menjawab.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M. Muhri mengatakan, manfaat dari pelabuhan wisata ini belum tampak. Meskipun, sudah selsai dibangun. Pemerintah menilai, pelabuhan ini kurang panjang. Sehingga, tongkang atau kapal tidak bisa berlabuh.

”Setelah penambahannya selesai, baru kita nilai. Pelabuhan ini katanya dikhususkan untuk wisatawan yang akan nyeberang ke Pulau Talango. Harapan saya selesai, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” pintanya. (di/han) Editor : Abdul Basri
#Pelabuhan wisata #DPRKPP #proses tender #Ikuti Lelang