Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Preservasi Sejarah melalui Pabian Heritage

Abdul Basri • Senin, 22 Agustus 2022 | 02:55 WIB
MENELUSURI SEJARAH: Pengelola Kelenteng Pao Sian Lin Kong Pabian, Sumenep, menjelaskan tentang sejarah kelenteng kepada pengunjung dalam Pabian Heritage. (RIDHO MARROTIN SUBASTIAN/RadarMadura.id)
MENELUSURI SEJARAH: Pengelola Kelenteng Pao Sian Lin Kong Pabian, Sumenep, menjelaskan tentang sejarah kelenteng kepada pengunjung dalam Pabian Heritage. (RIDHO MARROTIN SUBASTIAN/RadarMadura.id)
SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pabian adalah salah satu desa di Kabupaten Sumenep. Desa ini punya banyak peninggalan sejarah, terutama warisan masa kolonial. Karena itu, sejarah tentang Desa Pabian dikenalkan lagi kepada masyarakat lewat acara Pabian Heritage pada Rabu (17/8). Event itu merupakan rangkaian dari Festival Jaga Jaggur.

Pameran tersebut menampilkan sejarah Desa Pabian pada masa lalu. Peninggal sejarah yang tersisa saat ini tentunya perlu dikaji dan diteliti kembali. Selain penggiat budaya, acara tersebut dihadiri pencinta sejarah hingga pelajar. Mereka menonton langsung pameran sejarah Sumenep Tempo Dulu.

Ketua Komunitas Sumenep Tempo Dulu Faiq Nur Fikri kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengatakan, selain Kalianget, Desa Pabian punya banyak sejarah. Desa Pabian diyakini telah berdiri jauh lebih lebih lama daripada Kota Tua Kalianget. ”Salah satu referensi kami adalah koran yang diterbitkan Pemerintah Hindia Belanda,” katanya.

Faiq mengemukakan, secarah harfiah, Pabian berasal dari suku kata bea, yang berasal dari bahasa Sansekerta ”vyaya” yang memiliki makna ongkos. Munculnya Desa Pabian, tidak lepas dari peran pejabat pada era kolonial. ”Pabian dulu menjadi pusat tempat memungut pajak bagi mereka yang masuk dan keluar dari suatu wilayah,” jelasnya.

Dijelaskan, pada akhir abad ke-19, di Pabian dibangun rumah Asisten Residen Sumenep. Letaknya di Kawasan Panglegur yang saat ini terkenal dengan sebutan GOR Panglegur Sumenep. Kemudian kantor Pos, Pegadaian, rutan, dan kantor pengadilan. ”Bangunan itu lalu ditata dan dibangun di sekeliling tanah lapang. Sekarang tergantikan GOR Ahmad Yani,” ulasnya.

Dengan Pabian Heritage ini, komunitas Sumenep Tempo Dulu menginginkan kawasan tersebut menjadi museum. Tujuannya, preservasi sejarah agar keberadaannya tetap lestari. Pemerintah juga diharapkan ikut menyosialisasikan sejarah berdirinya Desa Pabian kepada masyarakat. ”Sebab, benda-benda bersejarah di Pabian ada yang hilang, tidak terawat, dan minim perhatian,” tandasnya. (di/yan) Editor : Abdul Basri
#Warga #Pabian Heritage #Preservasi Sejarah