Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Atas Jumlah Kontribusi Penerimaan Negara di Bidang Cukai

Administrator • Kamis, 18 Agustus 2022 | 23:00 WIB
Direktur PR Bahagia - Nanang Cahyadi
Direktur PR Bahagia - Nanang Cahyadi
SUMENEP - Perusahaan Rokok (PR) Bahagia sudah memberikan kontribusi besar terhadap Madura dan Sumenep pada umumnya. Buktinya, perusahaan yang berlokasi di Desa Ganding, Kecamatan Ganding, ini dapat menyerap ratusan tenaga kerja di daerahnya.

Bahkan, perusahaan ini memperoleh piagam apresiasi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KPPBC Tipe Madya Pebean C Madura.
Piagam apresiasi tersebut diperoleh pada ajang BC Madura Awards 2021. PR Bahagia masuk kategori jumlah kontribusi penerimaan negara di bidang cukai Rp 1 miliar sampai Rp 10 miliar.

PR Bahagia berdiri sejak 2016 dengan izin rokok sigaret kretek tangan (SKT) dengan merek Tamer. Kemudian pada 2021, PR Bahagia menambah izin rokok sigaret kretek mesin (SKM) dengan merek One Point.

Perusahaan tersebut telah mengantongi perizinan lengkap seperti NIB, IMB, IUI, SIUP, dan NPPBKC. Termasuk sudah dilakukan tes uji tar dan nikotin dari laboratorium PT Bentoel, Malang. Jenis rokok SKT Tamer dipasarkan dengan isi 12 batang. Sedangkan SKM One Point dipasarkan dengan isi 12 dan 20 batang.

Direktur PR Bahagia Nanang Cahyadi menyatakan, rokok yang diproduksinya sudah dipasarkan ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Mulai dari Madura hingga sejumlah daerah di Jawa timur. Termasuk di wilayah Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. ”Untuk saat ini, kami masih merangkak pelan-pelan,” katanya.

Nanang Cahyadi juga menyampaikan, dirinya sangat bersyukur atas keberadaan perusahaan yang dipimpinnya itu. Sebab, PR Bahagia mampu membuka lapangan pekerjaan di Sumenep, khususnya terhadap warga desa di sekitar pabrik.

Pihaknya berharap, PR Bahagia terus berkembang dan memperoleh dukungan semua pihak sehingga dapat menampung lebih banyak lagi tenaga kerja. ”Saat ini jumlah karyawan kami sudah ada sekitar 235 orang,” terangnya.

Photo
Photo
LEGAL: Rokok One Point dan Tamer yang diproduksi PR Bahagia.

Nanang Cahyadi menjelaskan, ratusan pekerja di perusahaannya itu terdiri atas berbagai lapisan masyarakat. Mulai masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki latar belakang pendidikan sama sekali. Juga, para perantau yang terdampak Covid-19 dan tidak mempunyai pekerjaan.

Selain itu, para mahasiswa dan mahasiswi yang baru lulus dan kesulitan mencari kerja. Termasuk kalangan ibu rumah tangga dan petani. Menurut dia, sistem pekerjaan di pabrik PR Bahagia bermacam-macam. Ada yang pekerja bulanan dengan gaji setiap bulan. Ada pula pekerja harian yang digaji tiap minggu dan pekerja borongan yang digaji sesuai dengan hasil yang mereka dapatkan.

”Terima kasih kepada semua pihak yang sudah memantau peredaran rokok tidak dilengkapi pita cukai. Keberadaan rokok bodong sangat memengaruhi pasaran rokok kami di lapangan karena harganya memang lebih murah,” ujar Nanang Cahyadi.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bea dan Cukai Madura serta pihak kepolisian di Madura. Termasuk kepada pemerintah daerah beserta jajaran yang telah menjadi mentor perusahaannya. ”PR Bahagia tidak memproduksi rokok bodong. Semua yang diproduksi di pabrik sudah dilengkapi dengan pita cukai. Silakan, bisa dicek kapan pun ke pabrik kami,” tegasnya.

Nanang Cahyadi menambahkan, pihaknya akan berupaya keras membesarkan perusahaan yang dipimpinnya itu. Targetnya bisa menampung lebih banyak tenaga kerja di wilayah Sumenep dan sekitarnya. ”Agar warga nantinya tidak perlu lagi merantau untuk mencari pekerjaan,” ucapnya menutup perbincangan. (iqb/rus) Editor : Administrator
#sumenep #perusahaan rokok (pr) #nanang cahyadi #pr.bahagia #kecamatan ganding #madura #desa ganding