SUMENEP – Masyarakat Jawa Timur dan warga Madura khususnya patut bersyukur. Sebab, Brigadir Taruna (Brigtar) Dovie Eudy Zhendy STrK asal Sumenep dinyatakan lulus pendidikan di Akpol Semarang.
Yang membanggakan, Brigtar Dovie Eudy Zhendy juga mendapat penghargaan Karya Wira Nugraha. Penghargaan itu diberikan kepada taruna yang menulis skripsi dengan nilai terbaik.
Judul skripsi yang digarap putra Kota Keris itu adalah "Pemanfaatan Teknik Data Cell Dump dalam Penyelidikan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan oleh Satreskim Polres Salatiga".
Sri Yuliani, ibunda Dovie Eudy Zhendy mengatakan, prestasi yang ditoreh anaknya membanggakan keluarga. “Saya terharu sekaligus bangga. Cita cita dia (Dovie Eudy Zhendy, Red) membahagiakan kami terwujud,” ucapnya.
Yulie menceritakan, anaknya tipikal orang yang sangat ulet saat belajar. “Dulu ketika masih SD, meski saya sibuk kerja dan memasak, tapi Dovie selalu minta diajari tugas tugas sekolah,” tuturnya.
Ditambahkan, Dovie juga rajin salat tahajud. “Mungkin ini jawaban atas usaha dan doa yang selalu ia harapkan. Semoga Dovie menjadi polisi yang amanah, tanggung jawab dan tetap rendah hati," harapnya.
Informasi yang dihimpun Radar Madura.id, ada tujuh penghargaan yang diberikan kepada taruna Akpol angkatan 50 Batalyon Wicaksana Adhimanggala. Itu diumumkan pada sidang yudisium, Selasa lalu (2/7).
Rinciannya penghargaan Adi Makayasa (nilai prestasi kumulatif terbaik), penghargaaan Ati Tamba (nilai gatra kesehatan terbaik) dan penghargaan Ati Trengginas (nilai gatra jasmani terbaik).
Lalu penghargaan Ati Tangkas (nilai gatra keterampilan terbaik), penghargaan Ati Tanggap (nilai gatra pengetahuan terbaik), penghargaan Ati Tanggon (nilai gatra karakter terbaik) dan penghargaan Karya Nugraha (nilai skripsi terbaik).
Khusus peraih penghargaan Adi Makayasa dan penghargaan Karya Nugraha masing-masing hanya untuk satu orang. Untuk penghargaan lainnya terbagi dalam tiga tingkatan yaitu juara 1, juara 2 dan juara 3. (Rofiqi)
Editor : Administrator