Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pembelian Alkes RSUD Moh. Anwar Sumenep Belum Tuntas

Abdul Basri • Rabu, 9 Mei 2018 | 09:56 WIB
Pembelian Alkes RSUD Moh. Anwar Sumenep Belum Tuntas
Pembelian Alkes RSUD Moh. Anwar Sumenep Belum Tuntas

SUMENEP – Tahun ini RSUD dr. H. mendapat kucuran dana Rp 5.879.747.000. Perinciannya, dana alokasi khusus (DAK) Rp 4.193.000.000 dan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) Rp 1.686.747.000. Dana miliaran rupiah untuk pembelian alat kesehatan (alkes) itu belum final hingga Selasa (8/5).


Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar menerangkan, dana lebih kurang Rp 3,5 miliar dari DAK sudah ditransaksikan dengan cara purchasing. Sisa alkes yang belum terbeli sesuai dengan rencana umum pengadaan juga akan dilakukan secara purchasing.


”Hanya saja, pada tahap ini belum dilakukan purchasing. Daftar-daftar yang ada merupakan rencana kebutuhan. Belum tayang daftar harga terhadap item yang sudah ditentukan dari awal,” katanya.


Beberapa item yang belum terbeli di antaranya, infra reustiator khusus bayi, centrifius inkubator mikrobiologi, dan loadglass analisis. Alkes tersebut untuk kebutuhan di laboratorium. Untuk infra resuditator digunakan untuk pelayanan di picunicu.


Anggaran yang bersumber dari DBHCHT masih penyempurnaan. Sesuai rencana, pengadaan alkes akan dilakukan purchasing sebagaimana tercantum dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP).


”Menunggu pengesahan dari anggaran DBHCHT supaya bisa dilaksanakan. Alat yang belum terbeli masih menunggu keluarnya harga,” jelas Fitril.


Pihaknya tidak bisa melakukan penekanan kapan rilis harga keluar. Sebab, ada mekanisme yang dijalankan LKPP untuk membentuk harga. Karena barang itu merupakan kebutuhan rumah sakit, akan dilakukan penyikapan pada September terhadap metode yang bisa dialihkan dari purchasing menjadi metode lain sesuai dengan besaran anggaran.


”Alat yang sudah dilakukan pembelian karena sudah ada SP (surat pesanan) yang terbentuk dari sistem e-katalog dan sudah dilakukan perjanjian pada Februari. Secara fisik, masih ada yang dilakukan uji fungsi sebagai persyaratan untuk melakukan realisasi anggaran,” paparnya.


Fitril menjelaskan, alkes yang terbeli excemplaim mobile (lampu untuk melakukan tindakan), foto terapi (alat untuk melakukan terapi sinar pada bayi), infarm radian marmer, dan central monitor pasien. Itu dilakukan pada unit ICU indikator vital dari pasien yang perlu pengawasan intensif. ”Juga sudah terbentuk SP refrigator (lemari penyimpanan) untuk darah yang ada di rumah sakit,” tandasnya.


Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma berharap, pengadaan alkes baru membuat pelayanan di RSUD semakin maju. ”Kami minta pembelian alkes segera diselesaikan. Anggaran yang ada harus terealisasi,” katanya.


Editor : Abdul Basri
#dinkes sumenep