SUMENEP, RadarMadura.id – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sejak kemarin (23/6) menggelar kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten (kejurkab).
Kompetisi tersebut diadakan untuk menjaring talenta atlet muda berbakat serta meningkatkan sinergi dan silaturahmi antar pesilat di Kota Keris.
Kejurkab tersebut diikuti 251 atlet yang berasal dari 11 perguruan, seperti Walet Hitam, Persinas ASAD, IKSPI Kera Sakti, Perisai Putih, dan Pagar Nusa. Kemudian Nur Harias, Perisai Diri, Perisai Putih Nusantara, Tapak Suci, Pepsi Gajah, dan PSHT.
Ketua IPSI Sumenep Santoso mengatakan, event tersebut merupakan kejuaraan yang rutin digelar untuk memperebutkan Piala Bergilir IPSI Ke-3.
Tujuan dari kejurkab tersebut untuk melihat potensi pesilat di Kota Keris. “Ini strategi kami untuk menjaring atlet potensial,” katanya.
Menurut dia, penjaringan atlet tersebut penting diadakan untuk mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.
Oleh karena itu, kategori yang dilombakan meliputi semua kelompok umur (KU), mulai dari kelas usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa.
“Dengan demikian, kami nanti bisa memiliki atlet yang berkualitas untuk memperkuat IPSI Sumenep,” ucap Santoso.
Santoso menambahkan, setiap atlet yang meraih predikat juara nanti memiliki kesempatan untuk berkompetisi di ajang yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, para pesilat yang mengikuti kejurkab harus menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Para juara nanti akan mendapatkan pembinaan rutin dan digembleng langsung oleh pelatih IPSI Sumenep. Saya berharap seluruh perguruan silat di Sumenep dapat terus bersinergi dan menjaga kekompakan,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri