PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kejuaraan Kickboxing Indonesia (KBI) di Surabaya tak hanya menjadi arena perebutan prestasi. Namun, juga wadah pembinaan dan pengujian mental bertanding atlet dari berbagai daerah.
Pelatih KBI Pamekasan Lexsi Yohanes S. Warouw menyatakan, terdapat sembilan atlet diutus dalam event olahraga itu. Keikutsertaan untuk pembentukan karakter. Juga, menguji kesiapan mental atlet binaannya.
”Fokus kami bukan hanya hasil akhir, tetapi bagaimana atlet mampu mengatasi tekanan, tampil berani, dan konsisten di arena,” ujarnya.
Kejuaraan seperti itu menjadi bagian penting dalam proses pembinaan jangka panjang. Terutama, untuk mempersiapkan atlet menuju kejuaraan yang levelnya lebih tinggi.
KBI Pamekasan menurunkan kombinasi atlet putra dan putri yang selama ini menjalani proses latihan intensif.
Para atlet tersebut turun di berbagai kelas pertandingan, baik nomor porprov maupun kelas umum.
Di sektor putri, terdapat Anggun Dwita Anggraini Safara yang turun di kelas low kick 60 kg porprov, Fara Dina Anissa pada light contact 57 kg kelas umum.
lalu, Aiedelluis Meilania Auriganingtiyas yang tampil di dua nomor sekaligus, yakni point fighting 56 kg porprov dan light contact 57 kg kelas umum.
Sementara di sektor putra, Moh. Riki Suhaidi turun di low kick 81 kg umum, Bagas Mahardika Putra di kick light 57 kg umum, Sayyid Ahmad Alfansori di low kick 54 kg umum.
Kemudian Moh. Romadani Syafi’i di low kick 48 kg umum, Muhammad Zanzibar Rivano di kick light 63 kg umum, serta Muh. Zacky Mirza Suganda di point fighting 69 kg umum.
Lexsi menambahkan, selain sebagai ajang pembinaan, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju kejuaraan provinsi (kejurprov). Termasuk, seleksi tim Puslatkab Pamekasan untuk Porprov X Jawa Timur di Surabaya.
”Ini sekaligus jadi bahan evaluasi kami untuk melihat seberapa jauh perkembangan atlet. Sehingga, hasil dari ajang ini akan menjadi evaluasi kami ke depan,” pungkasnya. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri