BANGKALAN, RadarMadura.id – Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) memanfaatkan kejuaraan cabang (kejurcab) sebagai ajang penjaringan atlet.
Sehingga, dapat dipersiapkan untuk bertanding dalam kejuaraan provinsi (kejurprov).
Ketua Federasi Orado Bangkalan Helmi Fuad menyatakan, kejurcab akan digelar Minggu (29/3). Kompetisi yang dipertandingkan terdiri dua nomor.
Yakni, kelompok usia (KU) 14–18 tahun, dan umum. "Untuk kategori dewasa tidak ada batasan usia," ujarnya.
Domino merupakan permainan yang tumbuh secara organik di tengah masyarakat.
Maka tidak sulit bagi organisasi untuk menggaet atlet-atlet potensial. Baik di kategori KU maupun umum.
Oleh sebab itu, peserta kejurcab pertama dibatasi. Yakni, 16 tim di masing-masing nomor.
Peserta KU 14–18 tahun berasal dari siswa SMA, SMK, dan MA negeri-swasta di Bangkalan.
"Sedangkan untuk kategori umum pesertanya dari berbagai latar belakang," ujarnya.
Helmi mengaku telah menyosialisasikan aturan pertandingan domino kepada perwakilan 16 lembaga pendidikan di Bangkalan.
Alhasil, semuanya antusias mendalami aturan tentang permainan domino.
Alumnus Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) itu menambahkan, kejurcab yang dilaksanakan bukan sekadar untuk mencari pemenang. Namun juga menjadi ajang penjaringan atlet kerjurprov.
"Pemenang kejurkab akan kami delegasikan tampil di kejurprov yang akan dilaksanakan Minggu (5/4)," katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti