PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Momentum Ramadan tidak membuat program pembinaan atlet rugby Pamekasan terhenti. Latihan tetap berjalan, meski harus menyusun ulang jadwal.
Penyesuaian itu dilakukan agar kondisi fisik atlet tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa. Sebab, intensitas latihan memang dibuat lebih renggang dibanding jadwal latihan pada hari biasa.
Ketua Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Pamekasan, Hasimuddin, mengatakan, konsistensi latihan menjadi kunci peningkatan kemampuan atlet.
Tim pelatih tetap berusaha menjaga ritme latihan. "Program pembinaan tetap dijalankan meski dalam suasana Ramadan," ucap Hasimuddin.
Baca Juga: Judo Fokus Asah Kemampuan Atlet
Dia menambahkan, sesi latihan lebih difokuskan pada penguatan teknik dasar, koordinasi permainan, dan kekompakan tim. Khusus latihan berat sementara dikurangi agar atlet tidak mengalami kelelahan selama Ramadan.
"Pelatih juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memantau perkembangan setiap pemain," tuturnya.
Di sisi lain, evaluasi dilakukan agar kemampuan individu maupun kolektif terus meningkat. Pembinaan atlet tidak boleh terhenti terlalu lama.
Jika ritme latihan terputus, dikhawatirkan memengaruhi performa pemain. Apalagi, rugby Pamekasan mulai menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai kejuaraan ke depan.
"Latihan selama Ramadan menjadi bagian dari menjaga kesiapan tim dan progres atlet tetap terjaga," tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri