PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bagi atlet usia dini, bertanding di kejuaraan nasional bukan perkara mudah. Tekanan pertandingan, lawan dari berbagai daerah, hingga jadwal padat menjadi tantangan tersendiri.
Di situasi itu, atlet tenis meja Pamekasan Raniah Zahra Salsabila mampu menunjukkan ketangguhan mentalnya. Buktinya, dia berhasil memborong medali pada ajang Sukun Youth Series 3 Season 2025–2026 di Kudus.
Raniah keluar sebagai juara 1 U-13 putri. Selain itu, dia juga turun di kategori U-15 Putri dan berhasil menyandang gelar juara 3. Tampil di dua kelompok usia berbeda membuat intensitas pertandingan yang dijalani semakin tinggi.
Pelatih PTMSI Pamekasan Anang Apriyanto mengatakan, setiap kejuaraan menjadi ruang pembelajaran penting bagi atlet muda.
Menurut dia, setiap atlet memiliki potensi dan bakat yang perlu terus diasah melalui kompetisi berjenjang.
”Kejuaraan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi bagaimana atlet belajar menghadapi tekanan. Itu bagian dari proses pembinaan. Kami berharap semakin banyak atlet mendapat kesempatan tampil di level nasional,” ujarnya.
Sementara itu, ayah Raniah, Ibnu Ansori mengaku bersyukur atas torehan prestasi yang diraih putrinya di Kudus.
Dia menyebut hasil tersebut tidak lepas dari proses latihan yang dijalani selama ini serta dukungan kuat dari pelatih.
Ibnu juga menegaskan keluarga akan terus memberikan dukungan penuh terhadap Raniah. ”Kami berharap Raniah tetap rendah hati, tetap semangat berlatih, dan mampu meraih hasil terbaik,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri