SAMPANG, RadarMadura.id – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sampang gagal tampil dalam kejuaraan antar pelajar di Kabupaten Lamongan.
Alasannya, keterbatasan biaya. Sehingga, memilih untuk melaksanakan latihan intensif.
Pelatih FOPI Sampang Basori menyatakan, kejuaraan petanque antar pelajar digelar di Kota Soto, Lamongan, pada Januari lalu.
Tapi, cabang olahraganya memilih absen dalam kejuaraan tersebut karena masalah finansial.
Kedati demikian, cabornya tetap mendorong atlet binaannya konsisten latihan untuk meningkatkan skill-nya.
Sebab, tahun ini akan tampil dalam kejuaraan paling bergengsi antar pelajar. Yakni pekan olahraga pelajar daerah (popda).
"Pelaksanaan popda belum ada kejelasan sampai sekarang. Tapi informasinya, akan dilaksanakan sekitar Juni–Oktober", ujarnya.
Basori mengaku akan terus berupaya mencetak atlet profesional dan berprestasi.
Meskipun keterbatasan anggaran, tidak menjadi hambatan dalam pembinaan atlet petanque di Kabupaten Sampang.
"Kami berkomitmen untuk terus mencetak atlet FOPI yang bisa bersaing di tingkat provinsi, nasional maupun internasional" tandasnya. (bai/jup)
Editor : Amin Basiri